Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Minta Jalan Penghubung, Warga Blokir Proyek Tol Batang-Semarang

| editor : 

Warga dialog dengan pelaksana proyek Tol Batang-Semarang meminta akses jalan penghuung kampung.

Warga dialog dengan pelaksana proyek Tol Batang-Semarang meminta akses jalan penghuung kampung. (Nur Kholid/Radar Pekalongan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Puluhan warga Dukuh Penjor, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu Kendal, memblokade proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang. Warga menuntut agar pelaksana tidak menutup akses jalan kampung. Warga juga meminta dibuatkan jalan penghubung agar tidak memutar. Akibat aksi ini, sejumlah kendaraan berat dan alat berat proyek tol berhenti beroperasi sementara.

Pantauan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group), dalam aksinya massa memasang spanduk tuntutan. Warga menuntut pelaksana proyek jalan penghubung kampung tidak ditutup. Warga juga meminta dibuatkan akses penghubung saat jalan tol selesai.

Aksi tersebut dilaksanakan karena pihak PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek jalan tol Batang-Semarang tidak ada itikad baik membangunkan jalan penghubung dua desa dan dua dusun lantaran jalan utama terkena dampak proyek tol.

Akibat penutupan oleh Waskita, warga harus bersusah payah menuju ke masjid, pemakaman, maupun aktifitas kerja dan sekolah. Warga harus berputar sejauh dua kilometer. Pada kesempatan itu, warga yang mulai terlihat emosi akhirnya ditemui humas PT Waskita Karya seksi 4 Kendal.

"Kami hanya minta dibuatkan akses jalan penghubung karena jika ditutup warga harus memutar jauh," kata Gofur warga setempat.

Hal senada diungkapkan Surim, warga setempat. Ia kawatir, jika proyek jalan tol Batang Semarang kelar warga tak akan lagi mempunyai akses jalan. Kekawatiran tak hanya dirasakan warga Dusun Penjor, Desa Nolokerto saja, tapi juga dirasakan oleh warga Dusun Rejomulyo, Desa Protomulyo.

"Warga tidak menolak proyek tol ini, kami hanya minta akses jalan saja, jangan sampai setelah proyek ini jadi, akses jalan yang sebelum adanya proyek tol ini justru hilang. Agar akses jalan nantinya tetap ada, warga hanya minta agar pelaksana proyek tol buatkan jembatan terowongan," kata dia.

Sementara Humas PT Waskita Seksi 4, Toto Suharto, mengatakan, tuntutan warga akan diperhatikan asalkan ada surat resmi dari pemerintah. "Jika sesuai prosedur maka tuntutan warga akan dipenuhi," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, warga mengancam akan terus memblokir akses jalan yang biasa dilewati kendaraan proyek jika tuntutan tak dipenuhi. Puluhan warga akhirnya membubarkan diri setelah mendapat kepastian PT Waskita Karya seksi 4.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP