Rabu, 18 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Nahkoda Meninggal di Tengah Laut, Tubuhnya Kaku

| editor : 

Jenazah nahkoda yang meninggal di tengah laut, dibawa ke rumah duka.

Jenazah nahkoda yang meninggal di tengah laut, dibawa ke rumah duka. (Agus Wibowo/Radar Tegal/JawaPos.com)

JawaPos.com – Carman bin Tarmidi, nahkoda KM Tasbih Putra Baru ditemukan meninggal di tengah laut. Carman diduga sakit hingga akhirnya meninggal saat mencari ikan di Perairan Mata Sirih, Selat Makasar, Selasa (12/9) silam.

Informasi yang dihimpun Radar Tegal (Jawa Pos Group), saat itu KM Tasbih Putra Baru sedang berlayar dan para nelayan juga tengah bekerja. Mendadak nahkoda kapal, Carman, naik di atas kapal dan duduk di ruang kapten. Sementara anak buah kapal (ABK) yang lain tetap bekerja memilih ikan.

Namun, usai para ABK rampung bekerja, sekitar jam 16.00, salah satu ABK bernama Hilman Pratama, 40, warga asal Kampung Remedang RT 03 RW 05, Bukit Ketok, Kabupaten Bangkasaksi naik ke ruang kapten. Dia kaget, saat melihat Carman, sang nahkoda tubuhnya dalam kondisi kaku.

Melihat hal itu, Hilman berusaha memanggil ABK lainnya untuk mencoba memberikan pertolongan kepada nahkoda. Namun nahas, diduga korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Saat itu, melalui radio HT, ABK berusaha mengontak dan berkoordinasi dengan pelabuhan Tegal.

Hingga Senin (18/9), sekitar pukul 22.20 WIB, setelah perjalanan selama 6 hari, jenazah nahkoda akhirnya sampai di Pelabuhan Tegal. Setelah sampai di pelabuhan, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Mitra Siaga, sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka di RT 3 RW III, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat untuk diserahkan kepada keluarga. Jenazah lalu dimakamkan sekitar pukul 24.00 di TPU Mbah Petoran yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal korban.

Agus, 42, tetangga korban menambahkan, sebelum kedatangan jenazah, pihak keluarga sudah mendapatkan kabar dari rekan-rekan korban yang sedang berada di Makasar. Keluarga dan tetangga kemudian mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut kedatangan jenazah. Termasuk menyiapkan makam agar korban bisa langsung dimakamkan.

Semasa hidup, kata dia, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab terhadap keluarga. Korban juga ramah dan supel dalam bergaul serta banyak membantu Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi bawahannya. Itulah sebabnya, kepergian korban membuat semuanya merasa terpukul. "Kami berharap amal dan ibadah korban bisa diterima di sisi-Nya," tandasnya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tegal Kompol Krisna Hadi menjelaskan bahwa sebelumnya memang pihaknya mendapatkan koordinasi dari PNKT soal adanya nahkoda yang meninggal dunia. Hingga upaya penjemputan jenazah. "Untuk lokasi korban saat ditemukan meninggal dunia, KM Tasbih itu berada di perairan Mata Sirih, Selat Makasar," terangnya.

Kapolsek menjelaskan, setelah diketahui korban meninggal dunia, jazad nahkoda akhirnya disimpan di freezer. Ini dilakukan agar kondisi jenazah tidak bau.

"Untuk sementara, dugaan meninggalnya nahkoda KM Tasbih Putra Baru itu karena sakit. Namun, usai kapal berlabuh di Pelabuhan Tegal, jenazah langsung dibawa ke RS Mitra keluarga untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut," ungkapnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP