Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Polri Dalami Kasus Suap Uber ke Anggotanya

| editor : 

Uber

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyedia jasa transportasi daring Uber diduga melakukan suap kepada anggota polisi untuk melancarkan bisnisnya di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan adanya kasus suap dari penyedia transportasi Uber kepada anggota polisi. Menurutnya, hal itu akan dilakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya.

"Akan kita dalami apa itu dan arahnya kepada siapa. Jadi belum bisa saya kasih informasi tentang hal itu karena kita masih mencoba mencari tahu," kata Brigjen Pol Rikwanto, saat di konfirmasi, Kamis (21/9).

Menurut Rikwanto, pihaknya akan mendalami kasus perusahaan asal San Fransisco tersebut. Pasalnya Departemen Kehakiman Amerika Serikat sedang menyoroti adanya pembayaran tidak lazim yang Uber pada tahun 2016 lalu.

Maka dalam hal ini, Polri melakukan pengumpulan informasi terkait adanya suap terhadap anggotanya, yang dilakukan oleh Uber.

"Iya informasinya kita lengkapi, kita cari tahu faktanya," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, anggota polisi Indonesia menjelaskan kepada Uber bahwa kantor mereka di Jakarta terletak di wilayah yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk membuka usaha.

Sumber Bloomberg mengungkap seorang karyawan Uber kemudian beberapa kali mengirim uang kepada polisi agar Uber dapat terus beroperasi di kantor tersebut. Transaksi itu muncul dalam laporan pengeluaran dengan menyebut rincian pembayaran kepada aparat.

Belakangan, menurut sumber Bloomberg, Uber memecat karyawan itu. Adapun Alan Jiang, selaku direktur bisnis Uber di Indonesia yang menyetujui laporan pengeluaran itu, cuti dan kemudian mengundurkan diri dari Uber. Jiang menolak berkomentar mengenai kasus ini.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP