Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kisah Cinta Berujung Maut, Bidan Cantik Tewas Dipalu Pacarnya Sendiri

| editor : 

Korban Dini Prasetyani semasa hidup dan tersangka ASP alias Iyal

Korban Dini Prasetyani semasa hidup. Tersangka ASP alias Iyal (insert) yang tak lain kekasih Dini (prokal.co/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kisah cinta Dini Prasetyani berakhir tragis. Perempuan cantik yang berprofesi sebagai bidan itu dibunuh secara keji oleh kekasihnya sendiri yang berinisial ASP. Pelaku tega menghabisi nyawa kekasihnya hanya gara-gara diputus cintanya.

Menurut pengakuan ASP, dirinya membunuh Dini lantaran tidak terima korban ingin memutuskan hubungan mereka dengan dalih hubungan mereka tidak disetujui orang tua korban.

Wakapolres Kobar Kompol Dhovan Oktavianto menjelaskan, korban meminta agar pelaku menjauhnya lantaran hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua korban.

Kemudian antara Dini dan ASP sempat cekcok mulut. Pemuda desa yang memiliki tato naga di bagian dadanya itu menuding kalau korban sengaja ingin mengakhiri hubungannya karena ada pria idaman lain, dan mengancam akan menghabisi nyawa korban jika ngotot ingin mengakhiri hubungan mereka.

“Kemudian pada malam harinya, tersangka berkunjung ke rumah namun tidak dihiraukan oleh korban, merasa sakit hati kemudian tersangka mengambil palu, dipukulnya ke kepala korban hingga meninggal,” ujar Dhovan menjelaskan kepada awak media, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (21/9).

Tak sampai di situ saja, untuk memastikan korban telah tewas, usai dipukul tersangka kemudian menusuk dada korban menggunakan pisau. “Setelah korban meninggal, tersangka mengambil terpal di rumahnya untuk membungkus korban dan membawanya ke seberang sungai menggunakan perahu dan dikuburkan di pinggir sungai tersebut,” terangnya.

Dhovan melanjutkan, tersangka kembali ke rumah korban, dan membersihkan percikan darah, kemudian mengambil barang-barang yang ada di rumah korban, lalu kabur. “Jenazah sengaja dikubur untuk menghilangkan jejak, namun sepintar apapun cara untuk melakukan kejahatan pasti akan terbongkar,” pungkasnya.

Korban Dini diketahui telah dikubur selama 1 bulan di pinggir sungai. Wanita 26 tahun itu dibunuh oleh kekasihnya sendiri pada 5 Agustus malam, dan jenazahnya berupa tulang belulang ditemukan pada 4 September lalu. Tim Buser Polres Kobar, kemudian berhasil menangkap pelaku di Kabupaten Sintang, Kalbar selang dua Minggu kemudian pasca penemuan tengkorak.

(fab/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP