Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Sembunyikan Paket Sabu-Sabu di Bra

| editor : 

GAGAL PESTA: Sri Wahyuni, tersangka kepemilikan sabu-sabu dan ganja, digelandang polwan Polres Ngawi.

GAGAL PESTA: Sri Wahyuni, tersangka kepemilikan sabu-sabu dan ganja, digelandang polwan Polres Ngawi. (Icuk Pramono/Radar Ngawi/JPR)

JawaPos.com- Rencana Sri Wahyuni pesta ganja dan sabu-sabu (SS) dengan teman prianya di kamar salah satu hotel gagal total. Perempuan asal Madiun itu berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Ngawi di salah satu toko waralaba di Geneng, Ngawi.

Saat ditangkap, Sri sedang membeli air mineral. Dia memang sudah menjadi incaran petugas. Ketika dibuntuti, Sri justru keluar dari kamar hotel menuju toko waralaba yang lokasinya bersebelahan dengan hotel. ’’Posisi saat kami tangkap berada di luar hotel,’’ ujar Kasatresnarkoba Polres Ngawi AKP M. Mukid.

Dia mengucapkan, Sri sempat berusaha kabur. Namun, aksinya berhasil digagalkan petugas. Dengan sigap, petugas melakukan penggeledahan. Di jaket yang dikenakan Sri, polisi berhasil menemukan dua paket ganja.

Paket pertama dibungkus plastik cokelat. Setelah dicek, bungkus tersebut berisi 3,48 gram. Sementara itu, paket kedua, ganja berada di bungkus rokok dengan berat 0,72 gram. ’’Kami juga temukan 0,38 gram paket sabu-sabu yang disimpan di bra yang dipakai. Saat penggeledahan, kami sudah libatkan polwan,’’ ujarnya.

Mukid melanjutkan, barang bukti tersebut didapatkan dari pengedar asal Madiun. Ganja dibeli dengan harga Rp 100 ribu per gram. SS yang merupakan paket hemat (pahe) dibeli dengan harga Rp 1,5 juta.

Rencananya, ganja dan SS tersebut digunakan untuk pesta bersama teman prianya di salah satu kamar hotel. ’’Sayang, waktu kami datangi, teman prianya sudah tidak ada di lokasi,’’ kelit Mukid.

Dia menjelaskan, dirinya tidak hanya mengamankan ganja dan SS. Petugas juga menyita barang bukti berupa jaket, handphone, dan pipet peralatan mengonsumsi SS. Khusus handphone, pihaknya menggunakannya untuk memburu jaringan. ’’Saat ini kami masih kembangkan. Kami buru teman prianya dan pengedar yang memasok ganja juga sabu-sabu,’’ ujarnya.

Di sisi lain, Sri enggan berkomentar panjang lebar kepada awak media. Dia mengaku mulai mengonsumsi narkoba sekitar dua bulan terakhir. Kebiasaan tersebut dilakukan setelah dikenalkan salah seorang temannya yang memasok ganja dan SS kepadanya. Sri pun mengaku tidak akan mengulangi kebiasan buruknya itu.

(odi/ota/c25/diq)

Sponsored Content

loading...
 TOP