Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Ini Alasan Fraksi PDI-P Copot Masinton dari Pimpinan Pansus Hak Angket

| editor : 

Surat dari Fraksi PDI-P perihal pencopotan Masinton Pasaribu dari Wakil Pimpinan Pansus Hak Angket KPK

Surat Pencopotan Masinton Pasaribu (Ist for JawaPos.com)

JawaPos.com - Mulai pada Rabu (20/9) ini, Masinton Pasaribu sudah tidak menjadi Wakil Ketua Pansus Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu disebabkan karena Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mencopotnya.

Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto membenarkan adanya pencopotan Masinton dan digantikan dengan Eddy Kusuma Wijaya. "Iya sementara diganti sebagai pimpinan Angket oleh Pak Eddy," ujar Bambang saat dihubungi, Rabu (20/9).

Anggota Komisi I DPR ini menambahkan, alasan Fraksi PDIP melakukan pencopotan terhadap Masinton tersebut, karena ingin adanya penyegaran saja. "Penyegaran internal saja," katanya.

Bambang membantah, apabila pencopotan Masinton dilakukan Fraksi PDIP hanya karena kinerjanya. Masinton sudah bekerja baik di Pansus Angket. Hanya saja perlu adanya penyegaran.

"Enggak ada (Masinton dicopot karena kinerja), penyegaran biasa saja," pungkasnya.

‎Sekadar informasi, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mencopot Masinton Pasaribu sebagai Wakil Ketua Pansus Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam selembar surat bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 yang diterima JawaPos.com, surat tersebut berisi perihal perubahan penugasan pimpinan Pansus.

"Dengan ini Fraksi PDIP DPR mengadakan perubahan penugasan pimpinan Panitia Angket terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK," isi kutipan surat itu, Rabu (20/9).

Adapun dalam surat itu Masinton Pasaribu digantikan oleh koleganya, yakni Eddy Kusuma Wijaya. Pergantian pimpinan Pansus itu juga disebutkan mulai berlaku pada tanggal Rabu, 20 September 2017 ini.

Adapun surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi partai berlogo pohon beringin, Bambang Wuryanto.

Surat ini juga ditembuskan ke pimpinan Angket dan juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR. Sementara surat itu diketahui keluar pada Selasa, 19 September 2017 lalu.

(cr2/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP