Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Aksi Damai Penembakan Aktivis LGBT Berujung Ricuh

| editor : 

Scout Schultz

DUKA: Dua rekan Scout Schultz tidak kuasa menahan haru saat menghelat renungan bersama. (Steve Schaefer/Atlanta Journal-Constitution via AP)

JawaPos.com – Malam renungan untuk mengenang Scout Schultz berubah ricuh pada Senin malam (18/9). Schultz adalah mahasiswa Georgia Tech, Atlanta, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat (AS), yang tewas ditembak polisi pada Sabtu (16/9).

Awalnya, acara berjalan lancar. Sampai akhirnya, ada sekitar 50 mahasiswa yang memulai aksi berjalan menuju kantor polisi di dekat kampus di Hemphill Avenue.

Bentrokan pun tidak dapat dihindarkan. Mahasiswa yang berang membakar mobil polisi dan melukai dua petugas kepolisian. Tiga pelaku unjuk rasa akhirnya ditahan. Mereka dituduh memicu kerusuhan dan memukuli polisi.

Para pelaku bernama Vincent Castillenti, Jacob Wilson, dan Cassandra Monden. Belum diketahui mereka bertiga berstatus mahasiswa Georgia Tech atau sekadar warga biasa yang ikut aksi.

’’Kami meminta protes atas kematian Scout dilakukan dengan damai. Membalas kekerasan dengan kekerasan bukanlah jawaban.’’ Itulah bunyi pernyataan orang tua Scout Schultz atas kerusuhan yang terjadi.

Kemarin pagi (19/9) massa akhirnya memutuskan untuk beraksi dengan menata meja di depan kampus. Mereka meminta para pendukung Schultz menuliskan pernyataan dukungan kepada keluarga dan kawan-kawan Schultz.

Kasus Schultz itu memang tengah menjadi sorotan di Georgia. Pada Sabtu menjelang tengah malam lalu, pemuda 21 tahun tersebut menelepon polisi. Dia menyebut ada orang yang membawa pisau berkeliaran di dekat asrama kampus. Polisi datang ke lokasi. Mereka melihat Schultz mondar-mandir sambil membawa pisau lipat serbaguna. Polisi sempat membujuknya selama 10–25 menit agar Schultz meletakkan pisaunya.

Sayangnya, mahasiswa yang menjabat presiden Pride Alliance, organisasi LGBT di Georgia Tech, tersebut menolak. Aktivis LGBT yang memiliki riwayat depresi dan beberapa kali mencoba bunuh diri itu juga menantang polisi menembak dirinya.

Polisi sudah berusaha terus mundur, tetapi Schultz malah mendekat ke polisi. Merasa terancam, polisi langsung menembaknya. Tidak diketahui mengapa tidak ada tembakan peringatan ataupun ditembak di area yang tidak berbahaya. (*)

(NYP/BBC/sha/c14/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP