Sabtu, 21 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Dilaporkan ke Ombudsman, Ini Klarifikasi Gubernur BI soal E-Money

| editor : 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (Dok.Jawapos)

JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo angkat bicara perihal polemik pengenaan biaya isi ulang uang elektronik atau e-money. Belum lama ini, dirinya juga telah dilaporkan oleh pengacara David Tobing terkait masalah itu ke Ombudsman.

Menurut mantan Menteri Keuangan ini, kebijakan tersebut masih dalam pembahasan. Sehingga, permasalahan tersebut tidak perlu terlalu jauh diributkan.

Agus mengaku siap bila nanti Ombudsman maupun pihak lainnya, meminta keterangan perihal kebijakan tersebut.

"Mungkin belum dibaca lengkap. Ini kan belum keluar. Terkait UU mata uang yang paling utama dilakukan pembayaran dalam rupiah dan dimungkinkan secara tunai dan non tunaj. Jadi yang diutamakan dalam rupiah. Kalau butuh penjelasan kami akan jelaskan dengan baik," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/9).

Agus juga meminta masyarakat untuk tidak resah. Sebab, kebijakan pengenaan biaya isi ulang e-money masih dalam pembahasan. Jika sudah dikeluarkan, masyarakat boleh melakukan kritik.

"Top up soal e-money itu masih dalam bentuk finalisasi. Begitu sudah selesai itu akan dikeluarkan oerihal top up itu," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP