Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Jika Sudah Dilantik, Relawan Minta Anies-Sandi Soroti Persoalan Ini

| editor : 

ilustrasi rusun.

ilustrasi rusun. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Karut marutnya persoalan lelang rumah susun DKI Jakarta menuai sorotan dari Relawan Anies-Sandi. Pasalnya, selama pemerintahan Ahok- Djarot diduga banyak keanehan terkait proses lelang hunian vertikal itu.

Koordinator Relawan Anies-Sandi, Mukhidin menegaskan, jika sudah dilantik nanti, Anies-Sandi tetap harus diawasi dalam menjalankan tugasnya. Utamanya dalam menjalankan lelang rumah susun DKI.

"Sebab selama pemerintahan Ahok- Djarot ada keanehan dengan banyaknya lelang pembangunan rusun dimenangkan oleh PT Total Eka Persada (TEP) selama ini," katanya dalam keterangantertulis yang dilansir dari rmol, Selasa (19/9).

PT TEP kata dia baru saja melakukan IPO di bursa saham. Persuahaan itu pun menggunakan kemenangannya dalam tender pembangunan Rusun Nagrak-Marunda, tower 1 sampai 5. Namun kata dia, anehnya dalam prospektus IPO-nya dan dalam penjualan sahamnya yang berkode TOPS itu, harga saham PT TEP mengalami kenaikan yang tidak wajar. "OJK pun sedang mengawasi," kata dia.

Untuk itu, lanjut Mukhidin, jika nanti berkuasa, Anies-Sandi harus melakukan tender ulang atas pembanguna Proyek Tower Rusun 1 sampai 5 yang sudah dimenangkan oleh PT Totalindo Eka Persada.

"Dalam prospectus TOPS juga dicatatkan tentang kemenangan tender PT Totalindo Eka Persada Untuk proyek tower 1-5 Rusun Nagrak Jakarta Utara yang sangat mungkin bisa dibatalkan oleh Gubernur Anies Baswedan Jika ditemukan ketidak beresan dalam proses tendernya," bebernya.

Mukhidin juga mengungkapkan, perusahaan ini pernah memenangi tender Rusun K.S. Tubun pada 2016. “Proyek itu seharusnya sudah selesai pada Desember 2016, tapi hingga kini belum kelar," lanjutnya.

Muhkidin pun menilai bahwa mutu proyek yang dilakukan PT Totalindo juga diragukan kualitasnya. Sebab kedalaman fondasi rusun tak sesuai dengan permintaan pemerintah DKI, yakni 30 meter. Mereka hanya membuat fondasi sedalam 20 meter. 

"Padahal hal ini penting agar masyarakat Jakarta yang nantinya akan menghuni Rusun menjadi aman dan tidak disuguhi bangunan yang tidak bermutu," tekan Muhkidin.

Dikatakannya bahwa Anies -Sandi yang bulan Oktober akan dilantik harus memprioritaskan untuk melakukan audit tender rumah susun diera Ahok-Djarot. 

"Karena ditenggarai ada ketidak beresan seperti beberapa proyek Rusun yang dikerjakan oleh PT TEP Hasilnya terlambat,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Anies -Sandi yang punya rencana untuk membebaskan uang muka bagi calon pembeli Rusun harus memperhatikan Kualitas dan keamanan bangunan. 

"Jangan sampai ada lagi kontraktor yang diam-diam menggunakan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi," desaknya.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP