Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Penutupan Gerai Dianggap Sebagai Hal Yang Biasa Dalam Bisnis

| editor : 

Gerai Matahari Pasaraya di pusat perbelanjaan Blok M, Jakarta Selatan.

Gerai Matahari Pasaraya di pusat perbelanjaan Blok M, Jakarta Selatan. (Marieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penutupan gerai yang dilakukan oleh PT Matahari Departemen Store Tbk di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai disebut sebagai sesuatu yang biasa. Hal itu dianggap sebagai sebuah proses bisnis seperti pada umumnya.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Benjamin J. Mailool, di Balaraja, Tangerang, Banten, Selasa (19/9). Dia menjawab isu yang saat ini tengah ramai terjadi.

Benjamin juga membantah bahwa penutupan gerai tersebut terjadi lantaran adanya pelemahan daya beli oleh masyarakat. "Jadi itu salah persepsi karena penutupan gerai itu hal yang biasa, kita buka kan juga enggak digembar-gemborin," kata dia.

Di tempat yang sama, Head Corporate Communication MPPA, Fernando Repi mengaku, jika PT Matahari Departement Stores Tbk (LPPF) pada tahun 2010 telah didivestasi. Sejak saat itu pula pihaknya tidak banyak tahu perkembangan dari Matahari meski masih berada dalam induk yang sama, yakni Lippo Group.

"Jadi sejak 2010 sebenarnya sudah divestasi, sehingga tidak ada hubungan lagi dengan MPPA. Cuman, gudang mereka masih satu area dengan kita di sebelah sana," kata Fernando.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita buka suara perihal adanya dua gerai Matahari Departemen Store yang tutup. Menurutnya, hal itu terjadi karena persoalan kecerdasan dagang.

Dari pengamatan bisnis, Matahari tentu tidak ingin merugi ketika wilayah tempat mereka melakukan bisnis tak menghasilkan profit lagi. Penutupan gerai pun jadi opsi terbaik.

"Itu ada (toko) matahari yang tutup ada yang buka. Nah yang tutup yang sepi yang buka yang rame. Ini urusan kecerdasan dagang, buat apa dipertahankan yang sudah menurun keuntungannya?," kata Enggar.

Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi adanya penurunan profit Matahari. Perusahaan hanya ingin tetap menjalankan bisnis secara lebih hati-hati daripada terlalu ambisius namun tak menguntungkan. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP