Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPK Gelar Kompetisi Riset Antikorupsi

| editor : 

Ilustrasi : Gedung KPK Merah Putih

Ilustrasi : Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama kalinya menggelar kompetisi riset antikorupsi untuk diterbitkan sebagai Jurnal Integritas. Hal ini sebagai salah satu wahana pemikiran dan penelitian bertema antikorupsi yang terkini dari berbagai disiplin ilmu.

Dari penerbitan jurnal ilmiah tersebut, diharapkan dapat mendukung terjadinya pertukaran informasi dan pengetahuan antikorupsi yang dapat digunakan untuk belajar-mengajar, menyajikan hasil penelitian berkualitas tinggi, serta sebagai forum dalam mengkampanyekan isu atau gagasan antikorupsi.

“Memasuki tahun ketiga, Biro Humas terus melakukan inovasi dalam mencari hasil penelitian dan kajian bermutu, salah satunya dengan menyelenggarakan “Kompetisi Proposal Riset” untuk terbitan Edisi V pada Juni 2018 mendatang,” Kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, dalam siaran persnya, Selasa(19/9).

Untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut, serta membangun jaringan penulis atau peneliti di kalangan akademisi kampus, Biro Humas KPK akan menyelenggarakan seminar antikorupsi pada September-Oktober 2017 pada 12 perguruan tinggi negeri di 10 kota.

Nantinya, dari penerbitan Jurnal Integritas KPK tersebut, diharapkan dapat menjadi media yang menumbuhkan gagasan-gagasan baru untuk melakukan penelitian lanjutan.

Selain itu, melalui penerbitan yang berkelanjutan, Jurnal KPK juga dapat membangun kemajuan ilmu dan pengetahuan, khususnya pada isu antikorupsi, bahkan memberikan solusi terhadap persoalan dalam bidang penindakan, maupun pencegahan korupsi.

Lebih lanjut, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat mencari hasil penelitian dan kajian antikorupsi yang berkualitas, sehingga terbangun suatu bentuk jaringan penulis/dosen/peneliti dari kalangan akademisi.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk menguatkan jaringan antikorupsi antara KPK dengan kelompok cendekia yang berada pada perguruan tinggi melalui kolaborasi dalam tahap penyelenggaraan seminar,” tukasnya.

Adapun 12 perguruan tinggi yang akan dijadikan lokasi seminar antikorupsi antara lain, Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto, Universitas Diponegoro, Semarang, Universitas 11 Maret, Solo Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Airlangga, Surabaya, Institut Teknik Sepuluh November, Surabaya, Universitas Brawijaya, Malang, Universitas Sumatra Utara, Medan, Universitas Andalas, Padang, Universitas Sriwijaya, Palembang, Universitas Hasanuddin, Makassar.

(wnd/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP