Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Bulog Gencar Salurkan Rastra di Musim Paceklik

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Sub Divisi Regional (Subdivre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabuaten Lebak semakin gencar menyalurkan beras keluarga sejahtara (Rastra) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Tujuanya, agar masyarakat miskin di kedua wilayah itu masih dapat menebus beras bersubsidi.

Pasalnya, banyak hasil tanaman palawija dan padi mengalami gagal panen akibat kemarau panjang yang melanda Banten saat ini.

”Disaat musim kemarau dan banyak petani yag mengakai gagal panen, kami gencar menyautran rastra agar masyaraiat miskin dapat terus menikamti beras bersubsidi dengan kualitas medium,” terang Kasubdivre Bulog Lebak Renato Horison kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Senin (18/9).

Menurut Ranato, dengan dukungan pemda, penyaluran rastra di dua Kabupaten tersebut terbilang sukses dan sesuai rencana. Pemda mengingatkan para kepala desa untuk menebus rastra sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah, sesuai dengan jumlah RTS-PM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat).

Dijelaskan, hingga pertengahaj bulan Septemebr 2017 ini penyerapan rastra di Kabupaten Lebak sudah mencapai 13.417.286 kg atau setara dengan 98 persen, dengan total Pagu alokasi pertahun sebanyak 19.121.760 kg atau setara dengan 65,25 persen pada bulan September 2017.

”Saya optimistis hingga akhir tahun ini, penyerapan rastra di Kabupaten Lebak bisa tuntas hingga 100 persen,” terangnya.

Sementara untuk Kabupaten Pandeglang, penyerapan rastra hingga akhir Agustus mencapai 15.599.160 kg atau setara dengan 82,85 persen dengan total Pagu per tahun sebanyak 17.651.520 kg atau setara dengan 55,23 persen penyerapan Pagu raskin tahun 2017. ”Alhamdulillah penyaluran rastra di Pandeglang berjalan lancar,bahkan tahun lalu Pandeglang berhasil menyerap hingga 100 persen,” cetusnya.

Dikatakan,hingga kini Subdivre Bulog Lebak berhasil menyerap beras petani setara dengan Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 28.409.528 kg dari target sebesar 74.060.000 kg.

”Meski penyeraoan belum mencapai target,nakun kami optimistis pada panen raya mendatang,kami dapat menyerap beras petani secara siginifikan,” tegas Renato.

Menuut Renato, minimnya penyerapan beras petani tahun ini selain disebabkan oleh serangan hama WBF,juga banyak tanaman padi petani yang megalami Puso akibat bencana alam,seperti banjir dan cuaca yang tidak menentu.

Penyerapan beras petani yang dilakukan oleh Bulog selama ini melibatkan para mitra, KTNA dan TNI (Upsus), termasuk anggota Satgas yang terus blusukan hingga ke kantong kantong sentra pertanian. ”Meski harga beras di pasaran naik, namun karena kita sudaah ada sinergi dengan petani dan TNI, para mitra dan petani tetap menjual hasil produksi mereka kepada Bulog,” jelasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP