Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Alasan Polisi Nyamar Driver Ojek Online Sebelum Tembak Mati Residivis

| editor : 

11 polisi menyamar menjadi sopir ojek online dan berhasil menembak mati pelaku curanmor

11 polisi menyamar menjadi sopir ojek online dan berhasil menembak mati pelaku curanmor (Dida Tenola/ Jawapos.com)

JawaPos.com - Unit Reskrim Polsek Genteng menembak mati residivis curanmor kelas kakap berinsial MU, Selasa siang (19/9). Sebelum mengirim penjahat kambuhan itu ke akhirat, polisi menyamar sebagai driver ojek online selama tiga bulan.

Memakai jaket Gojek dan Uber, sembilan orang reserse diterjunkan untuk mencari sosok pelaku. "Awalnya kami terima delapan laporan pencurian sepeda motor. Informasinya, pelaku ini tidak membawa kendaraan sendiri," jelas Kanit Reskrim Polsek Genteng AKP Agung Pribadi kepada JawaPos.com.

Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan lapangan. Mereka mendapat informasi bahwa pelaku kerap menyewa ojek online. "Jadi ternyata pelaku ini pakai ojek online untuk hunting motor yang mau dicuri. Dia nyegat ojek online di tengah jalan tanpa aplikasi," imbuh Agung.

Polisi menunjukan barang buki kejahatan pelaku curanmor

Polisi menunjukan barang buki kejahatan pelaku curanmor (Dida Tenola/ Jawapos.com)

Mantan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu mengungkapkan, pengendara ojek online yang disewa pelaku terkadang bingung. Pasalnya pelaku selalu minta diajak muter-muter tanpa tujuan yang jelas.

Dari informasi yang sudah dikelolah itu, polisi kemudian merapatkan strategi. Mereka memutuskan untuk membaur sebagai driver ojek online. "Kami berharap pelaku menyewa ojek yang dikendarai anggota," kata polisi yang memang ditakuti para bandit jalanan itu karena kerap menghadiahi timah panas.

Strategi itu ternyata berhasil. Selama menanti tiga bulan, batang hidung MU mulai terendus. Jadi ceritanya, sebelum dipancing untuk mencuri motor, MU sempat menyewa polisi yang menyewa sebagai ojek online. "Pelaku sempat tanya-tanya, sehari dapat berapa penumpang, pendapatan sehari berapa, sampai akhirnya dia minta diturunkan di tengah jalan," lanjut Agung.

Seperti diberitakan, Unit Reskrim Polsek Genteng menembak mati MU. Polisi terpaksa menembak dadanya setelah dia mencoba melawan dengan parang, sesaat setelah mencuri motor umpanan polisi di Jalan Pemuda, Surabaya.

Dari tangan tersangka, korps berseragam cokelat mengamankan barang bukti berupa parang sepanjang 40cm, dua buah mata kunci berbentuk runcing, sebuah kunci pas ukuran 8, dan sebuah kunci duplikat yang dipakai untuk menyamarkan rumah kunci motor yang dirusak sebelumnya.

(did/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP