Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Badai Maria Hancurkan Dominika, Atap Rumah PM Pun Tersapu Angin

| editor : 

HUJAN LEBAT: Selain angin kencang, Badai Maria membawa hujan lebat.

HUJAN LEBAT: Selain angin kencang, Badai Maria membawa hujan lebat. (Daily Mail)

JawaPos.com –  Dominika hancur setelah Badai Maria menghantam kawasan tersebut pada Senin malam. Masuk dalam badai Kategori 5, badai tersebut sekarang menuju Puerto Rico dan Kepulauan Virgin.

Namun, kekuatan badai turun di level Kategori 4. Tetapi, National Hurricane Center (NHC), menyebutkan kalau setelah mereka melakukan pemeriksaan dengan mengirim pesawat tanpa awak. Hurricane Hunter, milik Angkatan Laut untuk masuk ke pusat badai, Badai Maria kembali ke status Kategori 5.

Diperkirakan kecepatan angin mencapai 160 mil per jam. ”Pusat Badai Maria akan bergerak di atas Laut Karibia timur laut hari ini dan mendekati Kepulauan Virgin dan Puerto Rico malam ini sampai Rabu,” kata NHC dalam update semalam. NHC menambahkan bahwa Kategori 4 dan 5 adalah kategori yang sangat berbahaya.

BERSIAP: Puerto Rico melakukan persiapan dengan membagi bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat seiring kedatangan Badai Maria.

BERSIAP: Puerto Rico melakukan persiapan dengan membagi bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat seiring kedatangan Badai Maria. (Daily Mail)

Saat ini Dominika sedang memeriksa kerusakan yang ditimbulkan Badai Maria setelah bencana itu menyapu pulau yang berpenduduk lebih dari 73.000 orang tersebut. ”Laporan sementara, kehancurannya meluas,” tulis Perdana Menteri Dominika Roosevelt Skerrit di akun Facebooknya. ”Sejauh ini, kami telah kehilangan semua barang yang bisa dibeli dan diganti oleh uang. Ketakutan terbesar saya adalah korban jiwa dan luka yang banyak,” sambungnya.

Skerrit juga menjadi korban Badai Maria. Dalam postingannya dia menulis kalau atap rumahnya tersapu angin. ”Sekarang saya bergantung pada kebaikan badai. Rumah kami kebanjiran,” tulisnya.

Dominika, mantan koloni Prancis dan Inggris dan merdeka sejak 1978, bergantung penuh pada sektor pariwisata dan pertanian. Kedua industri ini sangat rentan terhadap kerusakan akibat badai.

Sementara, Gubernur Puerto Rico, Ricardo Rosselló, telah mengumumkan keadaan darurat seiring prediksi ketibaan Badai Maria di negara mereka. Hal serupa juga dilakukan Guadeloupe, Dominica, St. Kitts dan Nevis, Montserrat, Kepulauan Virgin, Culebra, dan Vieques.(*)

(tia/CNN/Reuters/The guardian/BBC/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP