Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Kesehatan

23,6 Juta Orang Terancam Meninggal Karena Penyakit Kardiovaskuler

| editor : 

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Syahlina Zuhal.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Syahlina Zuhal. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Setiap 29 September nanti, dunia memperingati Hari Jantung Sedunia. Penyakit kardiovaskular, salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK) tetap menjadi penyakit mematikan nomor satu di dunia.

Acara yang digelar oleh Yayasan Jantung Indonesia dengan mengusung Tema ‘Detak Jantung Sehat untuk Negeri’ mengajak masyarakat melakukan pencegahan serangan penyakit kardiovaskuler. 

Menurut data dari WHO pada tahun 2005, sejumlah 17,5 juta (30 persen) dari 58 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. 

Dari seluruh angka tersebut, penyebab kematian terbagi menjadi serangan jantung (7,6 juta orang), stroke (5,7 juta orang), dan selebihnya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (4,2 juta orang).

Menurut prediksi dari WHO, jumlah ini akan terus meningkat sampai tahun 2030. Diperkirakan 23,6 juta orang di dunia akan meninggal akibat penyakit kardiovaskuler.

“Sampai saat ini, penyakit kardiovaskuler dan stroke tetap menduduki peringkat pertama dalam penyebab kematian masyarakat di seluruh dunia,” Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Syahlina Zuhal, Kamis (14/9).

Kabar baiknya, kata Syahlina, setidaknya 80 persen dari penyakit kardiovaskuler dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat sejak awal. 

Pencegahan fokus pada gaya hidup sehat dalam bentuk Fuel Your Heart (Penerapan pola makan dan minum yang sehat), Move Your Heart (Aktif bergerak dan berolahraga), dan Love Your Heart(Berhenti merokok).

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP