Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Kasus Debora Makin Panjang, RS Mitra Keluarga Dipolisikan Pengacara

| editor : 

Ketum Majelis Advokat Indonesia, Ryo Rama Baskara usai melaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat di Polda Metro Jaya.

Ketum Majelis Advokat Indonesia, Ryo Rama Baskara usai melaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat di Polda Metro Jaya. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus meninggalnya bayi Debora Tiara di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta makin meluas. Setelah diproses oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemprov DKI Jakarta, kini berlanjut dengan dilaporkannya rumah sakit swasta itu oleh Majelis Advokat Indonesia ke Polda Metro Jaya.

Ketum Majelis Advokat Indonesia, Ryo Rama Baskara, mengatakan kasus yang menimpa terhadap Debora bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2013 pun ada satu bayi bernama Dera Nur Anggraeni yang ditolak 10 Rumah Sakit karena mengalami kelainan pencernaan.

"Ini perilaku semena-mena praktisi kesehatan harus diselesaikan, jangan sampai orientasinya hanya keuntungan semata. Kalau semua diarahkan pada keuntungan, benarlah orang miskin di larang sakit," kata Ryo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/9).

Laporan Polisi Majelis Advokat Indonesia

Laporan Polisi Majelis Advokat Indonesia (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Ryo menjelaskan, kasus yang menimpa Debora bukan hanya tentang persoalan uang belaka, tetapi pihak RS seolah enggan membuka ruang untuk bernegosiasi agar pasien bisa dirawat. Padahal, dalam Undang-undang Rumah Sakit sudah tercantum terdapat dua point yang haris diutamakan perihal pasien.

Maka dalam hal ini, pihaknya melaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat karena tidak mematuhi Undang-undang tersebut. Lantaran, jika tidak terdapat pidana kasus seperti ini akan terus berulang di kemudian hari.

"Kalau dalam posisi ini tidak ada dipidana berbahaya, kasus seperti ini akan terjadi lagi. Apalagi presentase orang miskin lebih banyak dibandingkan yang mampu," ujarnya.

Lebih lanjut, Ryo mengatakan dalam hal ini polisi memang sudah membuat laporan model A terkait kasus Debora itu. Akan tetapi pihaknya turut membuat laporan sebagai perwakilan masyarakat yang peduli dengan kasus tewasnya bayi Debora. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor: TBL /4414/ IX/2017/PMJ/ Dit Reskrimsus.

Kedepan, pihaknya pun akan terus mengawal perkembangan kasus Debora agar bisa diselesaikan secara tuntas. "Ini harus kita kawal, termasuk mengawal menteri terkait, sampai Presiden mengambil tindakan tegas soal kasus seperti ini dan rumah sakitnya," jelasnya.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP