Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Pesantren Penghapal Alquran Terbakar saat Subuh, 21 Santri Tewas

| editor : 

HABIS: Salah satu jendela yang tertutup teralis.

HABIS: Salah satu jendela yang tertutup teralis. (AP PHOTO)

JawaPos.com - Sedikitnya 21 siswa terbakar hidup-hidup setelah pesantren tempat mereka menuntut ilmu, Darul Quran Ittifaqiyah Tahfiz Center, terbakar hebat Kamis (14/9) pagi.

Pesanteren yang mengkhususkan diri menghasilkan para penghapal Alquran itu terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Saksi mata menceritakan kalau mereka terbangun karena teriakan minta tolong dari dalam gedung yang terbakar. Anak-anak itu terjebak tidak bisa keluar karena teralis besi menghalangi mereka.

"Saya melihat anak-anak menendang teralis itu tapi mereka tidak bisa keluar. Teman-teman saya dan saya bergegas mendekat dan mencoba menolong tapi kami tidak bisa masuk karena pintu terbakar,” ujar Shahirman Shahril CNN.

DUKA: Nik Azlan Nik Abdul Kadir (kiri), ayah seorang korban memeluk istrinya di depan pesantren.

DUKA: Nik Azlan Nik Abdul Kadir (kiri), ayah seorang korban memeluk istrinya di depan pesantren. (AFP)

Ketika petugas darurat akhirnya tiba di lokasi kejadian, hampir 90 persen bangunan itu sudah terbakar.
Dua orang dewasa yang diduga penjaga pesantren juga tewas dalam kebakaran tersebut, sementara empat korban lainnya menderita luka serius.

”Petugas pemadam kebakaran bisa mendengar teriakan minta tolong dari dalam gedung,” kata juru bicara Dinas Pelaksana Kebakaran dan Penyelamatan Soiman Jahid. ”Tim pertama kami berhasil menyelamatkan lima anak dari lantai dasar.”

Jahid menambahkan mereka menemukan mayat di tiga lokasi yang berbeda, semuanya terbakar parah. Sejumlah besar korban ditemukan tertumpuk satu sama lain, sementara yang lain ditemukan di depan pintu utama.

”Berdasarkan pengamatan saya, bangunan itu memiliki pintu yang tidak bisa dibuka dari dalam,” katanya. ”Dan karena teralis itu mereka tidak bisa lolos dari jendela, kecuali lima siswa yang lolos dari pintu dan meminta bantuan dari petugas pemadam kebakaran.”

Jahid memaparkan salah satu dari dua pintu keluar kebakaran telah diblokir karena sedang dilakukan renovasi di lantai dua.

Menteri Kesehatan Dr S Subramaniam kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur mengatakan kalau mereka langsung melakukan indentifikasi korban. Namun, perlu waktu untuk mengungkapkannya. ”Para korban mengalami luka bakar yang parah sampai-sampai sulit untuk mengkonfirmasi identitasnya,” katanya.

Norhayati Khalid salah seorang orang tua korban langsung menuju RS untuk mengidentifikasi mayat yang diyakini sebagai anaknya, Amin Ashraf, 11 tahun. Dia bilang terakhir kali dia melihatnya kemarin.

”Saya membawakannya roti ayam dan anak saya memberi saya catatan tulisan tangan. Dia menulis kalau dia bahagia di sekolah ini dan ingin menjadi hafiz (penghapal Alquran) sehingga dia bisa membawa kami ke surga,” katanya.

”Kami memindahkannya ke sini tiga bulan yang lalu dari Kelantan dan ini adalah sekolah yang populer di kalangan siswa dan guru. Kami tidak harus membayar biaya sekolah.”

Penyidik sedang memeriksa penyebab kebakaran dan apakah korsleting listrik adalah pemicunya. ”Kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ulas Wakil Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibraham.

Dia menambahkan, korban semuanya berusia antara 13 dan 17 tahun. ”Gedung pesantren itu baru dan digunakan sebagai sekolah yang mengkhususkan diri dalam studi Alquran.”

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkapkan simpati terhadap orang-orang yang terkena dampak kebakaran ini. ”Sangat sedih mendengar Darul Quran Ittifaqiyah Tahfiz Center terbakar dan lebih dari 20 nyawa hilang. Semoga jiwa mereka diberkati oleh Allah SWT. Al Fatihah,” tulisnya di Twitter.(*)

(tia/CNN/BBC/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP