Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Polri Temukan Nama Asma Dewi Masuk Struktur Saracen

| editor : 

Para Sindikat Saracen (berbaju orange) saat ditunjukkan di Mabes Polri

Para Sindikat Saracen (berbaju orange) saat ditunjukkan di Mabes Polri (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Penyidik Bareskrim Mabes Polri menemukan nama penyebar ujaran kebencian dan fitnah suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), Asma Dewi. Yang masuk kedalam struktur organisasi kelompok buzzer Saracen.

Kepala Unit V Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Purnomo menyatakan setelah hasil penelusuran penyidik melalui website Saracen, ditemukan nama Asma Dewi masuk kedalam susunan organisask kelompok buzzer Saracen.

"Kalo dalam proses penyidikan nggak diakui. Kalo kita liat website ada strukturnya memang tercantum (Asma Dewi) di sana," kata AKBP Purnomo di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Purnomo menjelaskan, bahwa dalam proses pemeriksaan Asma Dewi tidak mengakui bahwa dia masuk kedalam anggota Saracen. Namun, setelah penyidik melakukan proses penelusuran nama Asma Dewi tercantum didalam website Saracen.

Untuk mendalami kasus tersebut, keterangab dari para pelaku bukan satu-satunya alat bukti. Sehingga penyidik akan terus mencari fakta lain untuk dapat menindaklanjuti kasus tersebut.

"Masih harus kita dalami lagi. Proses penyidikan kan masih berlangsung, belum ada pengakuan dari masing-masing, itu hak mereka untuk menyangkal. Tapi penyidik nanti punya bukti-bukti lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Purnomo mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan terus mendalami siapa saja yang tergabung kedalam kelompok Saracen. Namun, sampai saat ini polisi belum temukan dimana penerima tranfer uang sebesar Rp 75 juta, yang diduga ditransfer oleh Asma Dewi.

"Itu bagian dari proses penyidikan. Masih dalam proses pengembangan," tandasnya.

Diketahui, polisi menangkap Asma Dewi karena dia telah memposting konten bernuansa kebencian dan SARA di akun Facebook miliknya. Setelah dilakukan pendalaman ternyata ada aliran uang Asma Dewi ke kelompok Saracen sebesar Rp 75 juta.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat tersangka pengurus Saracen, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak untuk melakukan ujaran kebencian dan fitnah SARA di sosial media.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP