Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Kesehatan

Rokok Salah Satu Penyebab Seseorang Kena Sakit Jantung di Usia Muda

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com – Pola hidup tak sehat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif bermunculan. Salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Faktor risikonya salah satunya adalah merokok.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Siska Suridanda Danny, Sp.JP (K), menjelaskan pengalamannya dalam merawat pasien-pasiennya. Kebanyakan bahkan masih berusia 30 tahun.

“Pekan terakhir saya cek di rumah sakit Harapan Kita ada tiga pasien baru seluruhnya pria. Usia 30 tahunan dan semuanya merokok, ini mengkhawatirkan kan,” terangnya di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (14/9).

Ilustrasi: Seorang pria terkena serangan jantung.

Ilustrasi: Seorang pria terkena serangan jantung. (Dok.JawaPos.com)

Pasien jantung biasanya mengalami nyeri dada yang hebat, sesak nafas, disertai keringat dingin. Berbeda dengan pasien perempuan, mereka biasanya merasakan gejala yang tidak khas. Pasien perempuan datang dengan nyeri ulu hati, sesak nafas yang tak begitu spesifik, mudah capek, dan lemas.

“Tidak disertai dengan nyeri dada yang khas. Mungkin pada perempuan juga missdiagnosis. Keluhannya enggak kesitu tuh (penyakit jantung). Dikira maag awalnya, atau masuk angin. Saat balik lagi baru muncul keluhan,” jelasnya.

Siska menjelaskan tren usia muda semakin bergeser terpapar penyakit degeneratif. Bahkan pergeseran lebih muda terjadi 30 tahun sebelumnya.

“Untuk penyakit PJK, tren yang dikhawatirkan banyaknya usia muda. Jadi belum saatnya tak pada tempatnya sudah terkena. Semacam mobil biasanya onderdilnya soak jika sudah tua. Tetapi umumnya normalnya seseorang mengalami fungsi jantungnya menurun di usia 65 tahun, tetapi kini 30 tahunan sudah terkena,” ungkapnya tersenyum.

Hal itu terjadi karena gaya hidup tak sehat, kurang olahraga, dan pola makan tinggi garam, gula dan lemak. Setidaknya, kata Siska, gaya hidup sehat dapat menghindari seseorang dari ancaman penyakit PJK.

“Ada yang bilang kok enggak merokok lalu gaya hidup sehat tetapi masih kena PJK, ya itu takdir ya. Kan tetap tak boleh kesampingkan faktor genetik. Tetapi paling tidak minimal kita mencegah,” jelasnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP