Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

"Doa Ibu" Selamatkan 13 Nelayan yang Terombang-ambing di Laut

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebanyak 13 nelayan asal Pemangkat, Kabupaten Sambas, terombang-ambing di lautan Pulau Murek, Kepulauan Riau. Mereka merupakan nelayan yang juga AKB KM Sumber Cahaya yang karam dan tenggelam dihantam ombak besar di laut lepas. Belasan nelayan itu diselamatkan awak KM Doa Ibu yang juga nelayan asal Paloh, Sambas.

Kabag Ops Polres Sambas Kompol Jajang mengatakan, setelah kurang lebih lima jam terombang-ambing di lautan Pulau Murek Kepulauan Riau, 13 nelayan KM Sumber Cahaya asal Pemangkat akhirnya diselamatkan KM Doa Ibu.

“Menurut keterangan nakhoda KM Sumber Cahaya, Gustianto, kapal motor yang dia bawa berlayar berangkat dari Pemangkat pada hari Senin tanggal 11 September 2017 sekitar pukul 20.00 wib. Mereka menuju daerah Keredau, Natuna Kepulauan Riau untuk mengambil peralatan tangkap ikan,” kata Kompol Jajang, Rabu (13/9), sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Saat pelayaran menuju lokasi, cuaca tidak mentu. Selasa (12/9) pukul 04.30 wib tiba-tiba badai datang dan gelombang besar menghantam bagian belakang kapal. “Kapal yang dinakhodai Gustianto ini tenggelam,” tuturnya.

Bertahan hidup dan menunggu bantuan, rombongan 13 nelayan menggunakan pelampung pukat. Setelah mengapung sekitar lima jam di laut, sekitar pukul 09.00 wib, KM. Doa Ibu yang dinakhodai Jurianto saat itu sedang mencari perangkap ikan/bubu di sekitar lokasi. Dia melihat rombongan yang sedang terapung-apung di permukaan laut dan langsung menyelamatkannya. “Mereka kemudian dibawa kembali ke Pelabuhan Mentibar Kecamatan Paloh,” ungkap Kompol Jajang.

Kata Kompol Jajang, 13 nelayan tersebut kemudian dibawa oleh nelayan Paloh ke rumah warga di Desa Mentibar. Mereka adalah Nahkoda, Gustianto, 50, asal Selakau, Ewan, 21, asal Semparuk, Amat, 46, asal Selakau Timur, Nastari, 38, asal Sembiring Hilir, Sukri, 18, asal Semparuk, Iwan, 37, asal Pemangkat, Simon, 37, asal Pemangkat, Hakmat, 52, asal Semparuk, Karnodi, 48, asal Semparuk, Rajab, 48, asal Semparuk, Pinda, 28, asal Pemangkat, Supardi, 16, asal Semparok serta Hasrul, 18, yang merupakan Siswa Magang SUPM Negeri Pontianak asal Pinang Merah. “Tadi (kemarin) malam mereka ditempatkan di rumah Khairudin yang merupakan kepala Dusun Sungai Simpur, Desa Mentibar, Kecamatan Paloh,” jelas Kompol Jajang.

(fab/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP