Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
JPG Today

Honda Jazz Tabrak Lari, Bocah 2 Tahun Tewas

| editor : 

Massa mengepung Honda Jazz yang menabrak 3 pemotor di Jalan Letnan Joni Jatibarang Baru.

Massa mengepung Honda Jazz yang menabrak 3 pemotor di Jalan Letnan Joni Jatibarang Baru. (Anang Syahroni/Radar Indramayu/JawaPos.com)

JawaPos.com – Aksi tabrak lari dilakukan pengemudi Honda Jazz warna kuning bernopol E 38 BY. Pengendara mobil tersebut adalah Kafabihi (32), warga Desa Lemahayu Kecamatan Kertasemaya. Dia dikepung warga karena melakukan aksi tabrak lari, Selasa (11/9).

Honda jazz itu menabrak 3 pengendara bermotor. Yakni pengendara Yamaha Mio GT bernopol E 6632 PAH yang dikemudikan Yusuf (45) yang berboncengan Anisa (35), dan Ahmad Nawab (2) warga Desa Tenajar Lor Kecamatan Kertasemaya.

Kemudian Yamaha X Ride bernopol E 2166 QM dikemudikan Arif P (29) warga Desa Tegalgubung Kabupaten Cirebon dan Nadia (19) warga Desa Majasih Kecamatan Sliyeg, dan Yamaha Vino bernopol E 2639 PAE yang dikemudikan Sahron (32) yang berboncengan dengan Wastirih (30) dan anaknya, Ridho A (11 bulan).

Akibat kejadian tesebut, bocah 2 tahun atas nama Ahmad Nawab tewas saat mendapat perawatan di RS Mitra Plumbon. Kedua orang tuanya yakni Yusuf (45) dan Anisah (35) yang merupakan warga Tenajar Lor masih mendapat perawatan di RS Zam-zam Jatibarang.

Orang tua korban tabrak lari, Samsudin masih tak menyangka anak, menantu, dan cucunya menjadi korban tabrak lari. Yang membuatnya geram, aksi tabrak lari itu membuat ia kehilangan cucunya. Sang cucu, Ahmad Nawa mendapat luka di sekujur tubuh dan bagian kepala.

“Kami sangat menyesalkan aksinya yang mengemudi ugal-ugalan sampai menabrak anak dan cucu saya,” tuturnya.

Pihak pengemudi juga tidak ada itikad untuk meminta maaf ataupun menyelesaikan permasalahan degan baik. Selama ini baru ada pamong desa yang datang untuk membicarakan penyelesaian kasus tabrak lali.

“Kan rasanya kurang pantas, anak mantu saya masih belum sadar betul. Bahkan harus dirujuk ke Jakarta karena luka yang dialami cukup serius,” tuturnya.

Sementara, Fathurahman kerabat korban, sangat menyesalkan ulah pelaku yang berkendara ugal-ugalan. “Kami masih menunggu penyelesaian masalah ini baik secara kekeluargaan ataupun proses hukum,” tandasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP