Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
Politik

Kiprah Indra J Piliang di Partai Golkar

| editor : 

Capture twit dari Indra J Piliang  sebelum ditangkap Polda Metro Jaya.

Capture twit dari Indra J Piliang sebelum ditangkap Polda Metro Jaya. (Twitter/Indrajpiliang)

JawaPos.com - Kendati Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan Indra J Piliang tidak begitu aktif lagi di partai berlambang pohon beringin itu, namun faktanya pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat itu cukup memiliki peran besar di partai yang pernah berkuasa di Orde baru tersebut.

Dikutip dari wikipedia.org, Indra J Piliang bukan hanya sekadar kader biasa di Golkar. Dia memiliki jabatan sentral yang cukup berpengaruh. Mantan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tersebut di DPP Partai Golkar menjabat sebagai Ketua Departemen Kajian Kebijakan sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Selain itu alumni Universitas Indonesia (UI) itu juga merupakan Deputi Sekjen DPP MKGR.

Namun Meutya Hafid mengklaim Indra J Piliang hanya sebagai kader biasa dan bukan pengurus. "Mas Indra sudah lama tidak terlalu aktif di Golkar. Dia salah satu kader, tetapi sudah lama tidak aktif dalam rapat-rapat, dan memang bukan pengurus," Meutya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).

Selain selama ini aktif di Golkar, sebelum Indra J Piliang dikenal sebagai pengamat dan peneliti bidang politik, pemerintahan daerah, konflik, pertahanan, keamanan dan otonomi daerah. Bahkan dia aktif pelbagai organisasi masyarakat sipil, seperti Koalisi Konstitusi Baru, Koalisi Media, sampai Pokja Papua.

Indra J Piliang

Indra J Piliang (Twitter @IndraJPiliang)

Hingga kini mantan Cawako Pariaman itu masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya atas penangkapannya di Karaoke Diamond pada Rabu malam (13/9). Belum jelas perlakuan terhadap Indra nantinya. Apakah direhab atau dijebloskan ke penjara sekalian.

Sementara Karaoke Diamond, tempat Indra mengkonsumsi sabu-sabu akan dicabut izinnya oleh Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya tempat hiburan malam itu sudah dua kali digerebek menjadi lokasi transaksi ataupun tempat konsumsi narkoba.

(iil/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP