Kamis, 21 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

DPR Curiga Ada Peran Calo dalam Pembelian LNG Singapura

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Keppel Offshore & Marine Limited (Keppel O & M) telah menandatangani Head of Agreement (HOA) dengan Paviliun Energy dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasok peluang keperluan PLN di Indonesia Barat.

Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan PM Lee di Singapura. Rencana pengiriman LNG melalui terminal terapung dan darat dengan menggunakan kapal LNG kecil, untuk memasok pembangkit listrik PLN.

Wakil Ketua Komisi VI Inas N. Zubir menilai, ada sebuah dalih yang dilontarkan oleh PLN bahwa HOA tersebut hanya bisnis deal untuk melakukan swap cargo LNG dari Singapura (Keppel-Pavilion) ke Sumatra Utara (PLN) dengan cargo LNG dari Bontang (PLN) ke Keppel-Pavilion. PLN menyebut bahwa kesepakatan itu hanya untuk menyuplai pelanggan Keppel-Pavilion di Timur/Phillipina.

"Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah PLN punya alokasi dari Bontang? Berapa volumenya? Informasi dari dalam Pertamina mengatakan bahwa alokasi PLN di Bontang sangat kecil," kata Inas dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (14/9).

Yang turut menjadi sorotan, kata Inas, adalah perihal pernyataan dari Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut bahwa LNG dari Singapura harganya hanya USD 3,8. Harga tersebut dianggap masih setara dengan LNG yang ada di Kilang Bontang.

"Informasi dari salah satu direktur PLN di atas bahwa untuk swap harganya sama dengan Bontang!," Jelas dia.

"Bisa jadi bahwa berikutnya akan ada tekanan kepada Pertamina untuk menjual uncomitted cargo LNG Bontang nya kepada PLN untuk kemudian dijual kembali kepada Keppel-Pavilion dan kemudian PLN membeli LNG dari Keppel-Pavilion, jadi swap tersebut adalah keniscayaan yang diatur oleh calo," tutupnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP