Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
Sepakbola Indonesia

Piala AFF U-18 2017

Puji Persaingan di Grup B, AFF: Sepak Bola Tak Bisa Ditebak!

| editor : 

Persaingan di Grup B sangat sengit.

Persaingan di Grup B sangat sengit. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

JawaPos.com - Persaingan di Grup B Piala AFF U-18 2017 sangat tak bisa diprediksi. Hal itu diakui oleh laman resmi Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

Memang, dalam persaingan Grup B ada 3 tim yang sebelumnya bersaing. Selain Indonesia ada Vietnam dan Myanmar.

Vietnam sebelum laga pamungkas sebenarnya diunggulkan. Hal itu lantaran mereka meraih tiga kemenangan beruntun fase grup. Indonesia juga dalam tekanan.

Pasukan Garuda Nusantara diharuskan menang 8 gol saat jumpa Brunei Darussalam. Hari terakhir, semuanya berubah 180 derajat.

Indonesia yang tak diunggulkan justru melejit keluar sebagai juara Grup B setelah berhasil menunaikan target 8 gol. Sementara Vietnam justru tercelat lantaran takluk 1-2 dari tuan rumah Myanmar. Indonesia dan Myanmar berhak lolos ke empat besar.

Vietnam yang sempat diunggulkan justru tertelikung di laga akhir.

Vietnam yang sempat diunggulkan justru tertelikung di laga akhir. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

Hal ini diapresiasi oleh AFF. Melalui laman resminya, mereka menulis, "Siapa yang akan memikirkan skenario seperti itu yang terjadi tadi malam di Grup B AFF U-18? Indonesia adalah tim pertama yang melewati fase menegangkan ini."

Kondisi itu juga diakui Pelatih Indra Sjafri. "Ada kekhawatiran kami tak bisa capat target, sekarang kami bisa membuktikannya. Sepak bola tak bisa diprediksi," kata Indra.

Hasil yang ditunjukkan Rabu (13/9) malam menunjukkan kalau sepak bola bukan cuma tak bisa diprediksi. Tapi, kualitas pertandingan di ASEAN sudah merata.

Tentu ada beberapa hasil negatif bagi tim yang tidak siap. Namun untuk sebagian besar, mayoritas tim di Yangon mengikuti turnamen ini dengan sangat serius dan itu bisa berarti hal yang lebih baik untuk masa depan sepakbola ASEAN.

Dengan istirahat hanya satu hari, para tim membutuhkan semua waktu pemulihan yang singkat. Inio tantangan tersendiri dan sejauh ini empat tim yang lolos bisa membuktikan dengan manajemen waktu dari para pelatih.

"Kami sangatlah beruntung. Para pemain memberikan semuanya dan itu yang kami harapkan. Terima kasih, Myanmar," ungkap Presiden Asosiasi Sepak Bola Myanmar (MFF) Zaw Zaw memungkasi.

(ies/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP