Kamis, 21 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pemilihan

Gus Ipul Menunggu Pasangan, Khofifah Bangun Konsolidasi

| editor : 

MENUNGGU: Siafullah Yusuf alias Gus Ipul (kanan) bersama Muhaimin Iskandar (tengah) saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos.

MENUNGGU: Siafullah Yusuf alias Gus Ipul (kanan) bersama Muhaimin Iskandar (tengah) saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos. (Mahesa/Jawa Pos)

JawaPos.com- Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sudah mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam pemilihan gubernur tahun depan. Kini pria yang menjabat wakil gubernur Jatim tersebut menunggu rekomendasi yang akan dikeluarkan setelah calon wakil gubernur ditentukan.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan belum dapat mengeluarkan surat rekomendasi untuk Gus Ipul. Keputusan surat rekomendasi baru dikeluarkan setelah partai menemukan pasangan calon secara komplet. ’’Kami masih menunggu calon yang diusulkan oleh partai koalisi,’’ ujarnya.

Muhaimin memastikan, pasangan calon yang diusung PKB dan partai koalisi ditetapkan pada akhir September. Penetapan itu nanti berbarengan dengan surat rekomendasi yang dikeluarkan PKB.

Saat ditanya soal cawagub terkuat yang diusung PDIP, Cak Imin –sapaan akrabnya– enggan menjawab. Sebab, seluruh kewenangan pengusulan calon wakil gubernur merupakan keputusan partai koalisi.

Ketika disinggung soal majunya Khofifah dalam kontestasi cagub Jatim, Muhaimin mengatakan bahwa setiap pencalonan gubernur merupakan hak pribadi. ’’Ini semua merupakan demokrasi,’’ jelasnya. Sebagai ketua partai, dia bertugas penuh sebagai pemersatu suara Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, dirinya bakal maju dalam ajang pilgub Jatim. Namun, keputusan itu menunggu restu Presiden Joko Widodo yang masih memercayainya sebagai menteri. ’’Masih menunggu waktu yang tepat,’’ jelas Khofifah.

Perempuan kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965, itu menegaskan, dirinya masih memprioritaskan tugas sebagai Mensos ketimbang mengurusi pilgub. Anggaran Kementerian Sosial naik dari Rp 17,2 triliun menjadi Rp 33,9 triliun. Hampir dua kali lipat. Artinya, banyak kegiatan yang harus dikerjakan. Jika waktunya banyak tersedot untuk pilgub, bakal banyak anggaran tersebut yang tidak terserap.

Meski begitu, komunikasi dengan elite partai sudah dilakukan. Posisi Khofifah sebagai menteri memudahkan dirinya mengakses para elite partai. Selain itu, sebagian besar waktunya dihabiskan di Jakarta.

Selama ini, Khofifah sering bertemu dengan para elite partai itu di berbagai acara. Bahkan, kondangan pernikahan bisa jadi tempat ngobrol soal pilgub. ’’Kalau silaturahmi, bisa anytime, anywhere (kapan pun, di mana pun, Red),’’ tambah Ketum Muslimat tersebut.

Selama ini, Partai Nasdem paling gencar mendorongnya untuk maju. Namun, suara Nasdem di Jatim tergolong kecil. Hanya ada empat kursi di DPRD Jatim. Padahal, untuk maju, dibutuhkan minimal 20 kursi. Namun, Khofifah menegaskan bahwa jumlah kursi untuk mengusungnya sudah cukup apabila konsolidasi yang dibangun sukses.

(sal/elo/c19/git)

Sponsored Content

loading...
 TOP