Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Kesehatan

Mengenal Fasilitas Vital Ruang NICU PICU yang Diperlukan Bayi Debora

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan selanjutnya terkadang membutuhkan perawatan khusus karena berbagai faktor. Salah satunya karena kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Salah satunya adalah ruangan NICU dan PICU, ruang dan fasilitas yang juga diperlukan bayi Tiara Debora yang meningal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres.

Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan khusus atau vital. NICU adalah ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan PICU adalah untuk anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital.

"Ada tingkatan pelayanan NICU dan PICU yang hampir sama. NICU hingga usia 28 hari dan PICU setelah 28 hari ketika bayi sudah dibawa pulang. Keduanya merupakan fasilitas pelayanan intensif," kata Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Anak Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yeni Rustina kepada JawaPos.com, Kamis (14/9).

Wakil Dekan FIK UI ini menjelaskan perawatan bayi dan anak terdiri dari tiga level. Untuk pelayanan NICU PICU ada di level terakhir atau intensif.

Level pertama yakni pelayanan tingkat dasar. Biasanya bayi baru lahir normal memerlukan terapi sinar atau pemantauan sebentar sebelum dirawat bergabung dengan ibunya.

Level kedua, yakni pelayanan High Care disertai dengan observasi yang ketat. Bayi di level ini ditangani dengan pemberian oksigen atau hanya lewat selang dan memerlukan infus dengan pengawasan lebih ketat.

Lalu tahap paling tinggi yakni NICU PICU. Adalah pelayanan Intensive Care yang sangat ketat. Perawat yang diperlukan adalah tenaga dengan keterampilan khusus bersertifikat. Bayi di level ini bisa sadar atau tak sadar.

"NICU PICU karena sangat ketat maka yang bekerja adalah tenaga khusus. Rasio antara perawat dan bayi adalah 1:1. Artinya satu bayi ditangani satu perawat," jelas Yeni.

Lalu mengapa harus satu perawat dan bersifat perawatan khusus? Sebab dalam kondisi ini, bayi dalam keadaan kritis dan terkadang kondisinya berubah-ubah atau tak stabil. Diperlukan dukungan alat-alat kesehatan yang canggih untuk memerlukan dukungan kehidupan.

"Memerlukan oksigen, obat-obatan cairan infus kadang tak cuma satu. Perawat memantau grafik kondisinya setiap beberapa saat secara berkala. Karena itu di level ini perawatannya sangan intensif dan diperlukan tenaga khusus. Sama seperti kasus bayi Debora, apalagi jika bayi sudah mengalami gagal napas atau henti napas," papar Yeni.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP