Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

OK-Otrip Disetujui, Cukup Rp 5000 Bisa Ke Mana Saja

| editor : 

Ilustrasi Transjakarta

Ilustrasi Transjakarta (Ismail Pohan/Indopos/Jawapos.com)

JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta siap melaksanakan program OK-Otrip atau One Karcis-One Trip yang merupakan program dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Program tersebut sudah masuk ke dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Dishub 2018.

OK-Otrip yang akan dijalankan berupa integrasi angkutan umum. Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih itu menjanjikan integrasi seluruh moda transportasi bisa dinikmati dengan Rp 5000 saja.

Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan bahwa RKPD OK-Otrip sudah dirapatkan bersama Komisi B DPRD DKI, sehingga masuk kepada kebijakan masalah keselamatan, pembinaan, pengendalian, dan penertiban.

Adapun anggarannya, telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2018, serta menjadi bagian dari public service obligation (PSO) yang mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi.

"Setelah kita sinkronkan dengan tim sinkronisasi, untuk Dishub hampir 95 persen itu sudah sama. Tinggal OK-Otrip yang Rp 5.000 itu saja," ujar Andri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/9).

Dia meyakini bahwa program itu bisa terlaksana tahun depan meski belum semua trayek. "Itu bisa terlaksana kalau seumpama moda transportasi baik kecil sedang besar, maupun busway (Transjakarta) sudah terintegrasi, kita sudah hitung tuh," jelasnya.

Baru beberapa moda yang sudah terintegrasi, dan hanya beberapa trayek. Misalnya seperti angkutan Koperasi Wahana Kalpika atau KWK yang sudah terintegrasi dengan bus Transjakarta.

Sementara itu, bus sedang seperti Kopaja sudah terlebih dahulu diintegrasikan.

"KWK sudah ada 10 trayek. Tinggal pilih aja mana yang terintegrasi dengan bus sedang, mana yang terintegrasi bus besar, sudah tinggal jalan. Bus sedang kan kita sudah main di Kopaja. Apalagi bus besar, sudah," tuturnya.

Untuk menentukan trayek, dia menjelaskan, akan dilakukan rute ulang yang akan didiskusikan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda), Operator, dan Transjakarta.

"Nanti kita lakukan re-ruteing dulu. Kalau busway jelas 13 koridor. Kebutuhan bus besar berapa trayek, bus sedang berapa trayek, bus kecil berapa trayek. Semuanya itu gak boleh bersinggungan. Tapi menjadi feeder," kata dia.

Dishub masih perlu memperhatikan lagi subsidi untuk moda transportasi yang sudah terintegrasi. Subsidi tidak boleh tumpang tindih antara moda transportasi satu dengan yang lain.

"Kan gak boleh disini PSO, disini PSO. Itu yang sama-sama kita lakukan itu. Lihat berapa trayeknya, berapa busnya, dan berapa yang bisa kita PSO-kan apakah semuanya. Nanti ada beberapa percontohan yang memang trayek strategis," pungkas Andri.

(cr3/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP