Minggu, 24 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Kapolri Tegaskan Pentingnya Kerjasama Polisi Antar Negara

| editor : 

Jenderal Tito Karnavian

Jenderal Tito Karnavian (Ist for Jawapos.com)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara Opening Ceremony of the 37th Aseanapol Conference yang bertema “Powered by Innovation, Strengthened by Partnership."

Konferensi itu dihadiri 10 negara aggota Asean, juga 6 negara observer, serta 9 negara dialogue partners. Di sana hadir termasuk tiga organisasi internasional seperti Interpol, Europol dan ICRC.

"Acara ini dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean dan didampingi oleh Kepala Kepolisian Singapura Hong Wee Teck," kata Tito dalam pesan siarannya kepada JawaPos.com, Rabu (13/9).

Di kegiatan yang dihadiri sejumlah kepala kepolisian negara-negara anggota Asean itu, dilakukan diskusi singkat. Pada diskusi itu, Kapolri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kerjasama antara organisasi kepolisian antar negara, terutama di regional Asean, dan pentingnya forum Aseanapol sebagai kerangka kerja sama antar kepolisian, atas dasar kesamaan ancaman atau musuh bersama, berupa transnational crime, terutama terorisme.

Apa yang disampaikan Kapolri mendapat dukungan dari Kepala Kepolisian Brunei, yang juga menjabat sebagai vice chairman pada konferensi ini, IGP Moh. Jammy. Kepala Kepolisian Malaysia yang belum genap dua minggu menjabat, IGP Mohamad Fuji Bin Harun juga menyampaikan dukungannya.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan Bilateral Meeting antara Kapolri dengan 5 agensi, yaitu dengan Kepala Kepolisian Australia (AFP) Andrew Colvin, kemudian berturut-turut dengan Head of Europol Office to The IGCI, Benoit Godart. Commander NCA, Mark Edward Bishop. Kepala Kepolisian Malaysia IGP Dato Seri Moh Fuzi bin Harun, terakhir dengan Kepala Divisi kejahatan antar negara Myanmar, Police Brigadier General Aum Htay Myint.

Tito juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Kepala Divisi Kejahatan Antara Negara Myanmar, Police Brigadir General Aum Htay Myint, yang mewakili Kepala Polisi Myanmar. Dia tidak bisa hadir lantaran situasi di dalam negeri Myanmar yang tidak memungkinkan.

Tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Myanmar, Tito menawarkan kerjasama berupa pelatihan peningkatan kemampuan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan modern bertaraf internasional yang dimiliki Polri, seperti Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang. Yang menyediakan juga berbagai macam pelatihan mulai dari penyidikan kasus terorisme dan pelatihan hak asasi manusia, yang kiranya dibutuhkan oleh Myanmar, khususnya dalam menghadapi gejolak di Rakhine.

"Berbagai pelatihan ini dibutuhkan demi terjaganya hak asasi manusia di Myanmar, dan diharapkan para penegak hukum dan aparat negara Myanmar lainnya bisa bertindak lebih baik, tidak menggunakan kekerasan, dengan didukung teknologi tinggi dan metode penyelidikan, termasuk diantaranya adalah cara melakukan interogasi tanpa menggunakan kekerasan," tutur dia.

Indonesia kata Tito pernah mengalami pengalaman yang hampir serupa dengan yang dialami Myanmar saat ini, seperti pemberontakan di Papua dan di Aceh. Kapolri Tito dengan senang hati ingin berbagi pengalaman, dan best practices, agar konflik di Myanmar dapat cepat selesai dan hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi.

Jenderal Aum Htay Myint menyambut baik tawaran Kapolri Tito sebagai wujud kerjasama dan perhatian Indonesia terhadap konflik yang terjadi di Myanmar. Sesuai situasi yang dihadapi Myanmar saat ini, Jenderal Aum Htay Myint mengharapkan dapat dilaksanakan kerjasama peningkatan kemampuan di bidang counter terrorism.

Sementara di dalam pertemuan itu, Tito didampingi Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen (Purn) Ito Sumardi, dan beberapa pejabat utama Mabes Polri, seperti Irwasum Polri Komjen Dwi Prayitno, Kabareskrim Komjen Aridono, dan Kadiv Hubinter Polri Irjen Saiful Maltha.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP