Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Perang Antar Suku Pecah, 6 Tewas, 3 Rumah Habis Terbakar

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Situasi di Kabupaten Yahokimo, Papua memanas. Dua kelompok masyarakat di Kampung Mugi, Distrik Kurima Kabupaten Yahukimo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jayawijaya, terlibat bentrokan.

Akibat bentrok dua kelompok warga di daerah pedalaman ini menyebabkan 3 unit rumah habis terbakar dan 6 orang dari kedua kelompok yang bentrok meninggal dunia, Sabtu (9/9).

Pihak Polres Jayawijaya terpaksa ikut memback up Polres Yahukimo. Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba saat dikonfirmasi membenarkan adanya bentrokan antar dua kelompok warga di Kampung Mugi yang dipicu dendam lama. Selain menewaskan 6 orang warga, Kapolres Yan Reba menyebutkan ada juga yang mengalami luka-luka namun jumlahnya belum diketahui.

“Menindaklanjuti masalah ini, kami dari Polres Jayawijaya, saya memimpin langsung anggota untuk menuju Kurima. Namun saat menuju ke sana, jembatan putus dan kami tidak bisa sampai ke lokasi dan kembali. Namun saya sudah sampaikan ke Kapolres Yahukimo untuk turun langsung ke sana,”ungkapnya, Selasa (12/9) sebagaimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Kata Yan Pieter, persoalan tersebut telah diselesaikan, namun masih dalam tahapan negosiasi untuk menyelesaikan masalah bentrok. Dimana latar belakang dari masalah bentrok ini adalah sudah sejak 1996. Akibat bentrok saat itu, menyebabkan dendam dari kedua kelompok yang masih terbawa hingga sekarang.

Bahkan, pada bulan Juli 2017 lalu, ada kejadian di Wamena yakni ada korban dari perang suku tersebut yang melakukan pembunuhan terhadap masyarakat yang diduga membunuh ayahnya dalam perang.

“Ini semua adalah dendam lama yang masih terus dibawa oleh masyarakat di sana, dan masalah ini saling berkaitan. Dimana di Yahukimo juga ada korban pembunuhan dan saat ini merambat menjadi perang suku Kampung Mugi,” katanya

Untuk menyelesaikan masalah ini, kata Yan Reba, pihaknya sudah mengusulkan kepada Polres Yahukimo agar masalah ini langsung diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Kurima. Yang terpenting, bagaimana bisa menghentikan perangnya itu, sehingga kedepan tidak terulang kembali, dan menimbulkan korban jiwa lagi. “Saya nilai ini kurang ketegasan dari waktu-waktu yang lalu, sehingga masalah ini muncul terus dan memakan korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Yahukimo, Esau Miram, menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi pembunuhan dan persoalannya sudah selesai secara hukum di Wamena. Namun, hal ini terbawa lagi sampai ke Yahukimo dan merembet hingga terjadi bentrok.

Menurut Esau, pemerintah sudah melakukan upaya untuk meredam bentrok itu dan berusaha untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk bisa berdamai kembali.


“Kami dari pemerintah sebenarnya turut prihatin dengan perang suku yang terjadi di kampung Mugi, dimana pemerintah bersama aparat kepolisian akan berusaha untuk meredam konflik tersebut dengan cara perdamaian agar jangan lagi ada korban jiwa,”bebernya.

(sad/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP