Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

LHA Saracen Rampung, Polisi Bidik Para Pengguna Jasanya

| editor : 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitonpul

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitonpul (Dok.Jawapos)

JawaPos.com - Bareskrim Mabes Polri telah menerima laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait kelompok buzzer Saracen.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, LHA itu nantinya bakal dijadikan bahan analisa oleh penyidik.

"Nanti dibandingkan dengan fakta-fakta lainnya dari jejak digital," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/9).

Martinus menjelaskan, penyidik juga akan mencocokan LHA dengan barang bukti yang telah disita dari para tersangka, serta melihat rekam jejak para pelaku dari proses penyidikan.

Adapun LHA dari PPATK berupa 15 rekening milik kelompok buzzer Saracen dan juga Asma Dewi.

"Mereka sedang bekerja nanti hasilnya dilihat apakah memang seperti dugaan selama ini memunculkan ada orang yang menyerahkan dalam jumlah tertentu, nanti bisa dibaca di situ, dilihat dari transaksinya," ucapnya.

Selain itu, rekening yang sudah ditelusuri oleh PPATK akan kembali dilihat oleh penyidik. Polisi dalam kasus ini tidak hanya memeriksa LHA saja, tetapi juga mencari rekam jejak komunikasi atau percakapan.

"Ya nanti kan dilihat, Asma Dewi dia aliran dananya misalnya ke NS. Tetap itu dicari juga komunikasinya. Jadi tim penyidik selain cek berkas perkara. Tim yang analisis komunikasi juga ada," ujarnya.

Ditanya apakah akan bekerjsama dengan pihak provider atau kominfo terkait pemeriksaan atau mencari para pemesan, Martinus enggan membeberkannya.

"Itu adalah tehnik penyidikan dalam mengungkap. Dia tidak mengungkap satu sisi saja. Saya bilang komunikasi, komunikasi tentu yang melibatkan siapa yang punya komunikasi," pungkasnya.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP