Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Sistem Transportasi Gawat Darurat, BPTJ Atur Pergerakan Truk Barang

| editor : 

JawaPos.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengkaji beberapa kebijakan guna menekan tingginya angka pertumbuhan kendaraan di DKI Jakarta. Salah satunya, membatasi angkutan truk yang membawa barang masuk ke dalam tol Jabodetabek.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengungkapkan bahwa kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta hanya 15 km per jamnya. Dia menargetkan kecepatan waktu tempuh tersebut akan meningkat di tahun 2019 seiring dengan kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan.

"Kecepatan rata-rata (di Jakarta) 15 km per jam akan ditingkatkan menjadi 30 km per jam di tahun 2019. Kita membuat kebijakan untuk mengatur lajunya," ujarnya saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Rabu (13/9).

Menurutnya, BPTJ tidak pernah membatasi apa lagi melarang kendaraan melintas di DKI. Kebijakan yang dibuatnya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih untuk mengatur agar tidak lagi terjadi kekacauan.

"Sistem transportasi sudah gawat darurat, kita menyatakan perang terhadap kondisi Jabodetabek yang carut marut tidak karuan. Kita hanya me-mange bagaimana truk bisa jalan di jam-jam tertentu," seru dia.

Dia mencontohkan, di negara Jepang, truk barang hanya lewat lima hari sekali dan tidak terjadi kerugian apapun. Sedangkan, di Indonesia setiap hari bahkan jamnya selalu ada truk besar dalam tol hingga membuat kemacetan lantaran kecepatannya yang rendah.

"Bahkan di Jepang hanya 5 hari sekali. Sudah lama kita biarkan bebaskan pengiriman barang. Kita sekarang manage, gak bener bahwa kita di tol 15 km per jam," tegas Bambang Pri, panggilan akrabnya.

Setelah dibangunnya Double Double Track (DDT) di sejumlah stasiun, ternyata belum bisa mengubah pola pergerakan bergeser ke moda kereta api. Maka, hal tersebut menjadi dasar bagi BPTJ untuk mengatur pola pergerakan barangnya.

Selain itu, pihaknya mulai meningkatkan pelayanan transportasi publik lainnya. Salah satunya, yakni dengan menerapkan bahu jalan tol sebagai lintasan angkutan umum. BPTJ sudah menguji cobanya dengan bus Transjabodetabek Premium Bekasi-Jakarta.

"Kebijakan ini akan kita berlakukan, sebelum penerapan electronic road pricing (ERP) di perbatasan Jakarta dengan luar. Ini kita menunjukkan bahwa kita mendukung transportasi umum. Kita tingkatkan layanannya," pungkas dia. 

(cr3/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP