Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kujungi Sumsel, Mega Pimpin Rapat Konsolidasi Pilkada 2018

| editor : 

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemenangan Pilkada Sumsel menjadi concern sejumlah parpol. Tak ayal berbagai langkah strategis dan rapat koordinasi kian dimatangkan. Contohnya DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel. Guna “membakar” semangat para kader, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahkan akan turun langsung.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM, mengatakan, rapat konsolidasi internal itu dimaksudkan untuk mengecek kesiapan partai berlambang moncong putih dalam memenangkan Pilkada 2018. Dia pun memastikan bukan terkait rekomendasi nama calon yang diusung.

“Yang ditekankan agenda persiapan dan langkah pemenangan," ujar Giri sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (13/9).

Target rapat ini adalah semua pengurus partai dan kader menyiapkan diri memenangkan Pilkada sekaligus menerima keputusan siapapun calon diusung DPP. Dalam acara itu, juga akan ada pelantikan pengurus Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) dan Badan Saksi Pemilu, serta sayap partai Baitul Muslimin.

Parpol masih punya waktu 4 bulan menentukan paslon yang diusung pada Pilgub (Pemilihan Gubernur) 2018. Sejumlah partai masih melaksanakan proses tahapan untuk melihat kapabilitas calon yang mendaftar sebelum diusung.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel, Yudha Rinaldi menerangkan pihaknya tak mengenal rekomendasi. "Namanya rekomendasi itu baru usulan, belum kepastian pengusungan. Karena biasanya KPU mensyaratkan pengusungan parpol lewat SK ditandatangani Sekjen dan Ketua Umum," ujarnya.

Di PDI Perjuangan, semua nama kandidat yang mendaftar disetor ke DPP PDI Perjuangan. "Tidak ada rekomendasi, semua nama itu diusulkan dan langsung diseleksi DPP," terangnya.

Ada 113 nama kandidat kepala daerah se-Sumsel dan 8 nama kandidat untuk Pilgub dan mereka mengikuti proses survei bersama, fit & proper test, psikotest, lalu survei kedua.

"Survei pertama Agustus lalu, tapi hasilnya tak bisa kita publikasi karena etika calon. Survei kedua awal November," ujarnya.

Jadi kemungkinan hasil penetapan paslon akhir November atau awal Desember diwujudkan dengan SK DPP yang mencalonkan kepala daerah. "Nanti namanya sepasang, salah satunya kader diprioritaskan. Kandidat pun harus mengajak kader PDI Perjuangan kalau mau diusung, kalau tidak ya kita usung sendiri," pungkasnya.

(nas/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP