Sabtu, 25 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Residivis Curi Motor untuk Bayar Arisan

| editor : 

AM alias Ali (kaos merah)

AM alias Ali (kaos merah) (Dida Tenola/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gara-gara ikut arisan, AM alias Ali harus kembali mencicipi lembabnya dinding penjara. Residivis kambuhan itu mencuri motor karena dikejar tagihan membayar arisan.

"Saya ikut arisan di kampung, iseng-iseng aja. Bulan ini harus bayar, tapi saya nggak punya uang, makanya curi motor," beber pria yang tinggal di Tambak Lumpang, Surabaya tersebut, Rabu (13/9). Ali ditangkap Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya saat berusaha mencuri sepeda motor di Jalan Tambak Pring, tak jauh dari tempat tinggalnya. Dia membawa kunci letter T untuk melancarkan aksinya.

Pencurian itu terjadi pada Selasa dini hari (12/9). Awalnya pria berusia 37 tahun itu hendak pulang setelah begadang semalaman di warung kopi, sekitar pukul 03.00 WIB. Di tengah jalan, dia melihat motor Honda Vario berwarna merah-hitam milik Roni terparkir di teras rumah. "Saya nggak langsung ambil. Nunggu aman dulu," tambahnya.

Ali sempat pulang ke rumahnya. Satu setengah jam kemudian dia kembali ke rumah itu dengan membawa kunci letter T. Rencana untuk menggondol uang itu sudah dibulatkan. Demi membayar arisan!

Sesampai di sasaran yang dituju, Ali langsung masuk ke dalam. Pagar rumah korban tidak digembok. Secepat kilat Ali beraksi. Motor itupun segera dibawanya ke Madura. Ali segera menjualnya ke penadah motor curian yang sudah lama dikenalnya.

Saat hendak melintas di Jembatan Suramadu, dari kejauhan Ali melihat adanya razia polisi. Mau putar balik nanti malah dicurigai. Mau nekat nerobos barisan polisi, tancap gas kencang, bisa-bisa malah ndelosor. Ali pun putar otak.

Tak kehabisan akal, dia kemudian membawa kunci duplikat. Benda itu ditancapkan di rumah kunci yang sudah dirusak olehnya saat menggondol motor. "Biar kelihatan kalau nggak rusak pak. Kalau rusak polisi mesti tanya macam-macam," ucapnya.

Modus itu sebenarnya nyaris mengelabui polisi. Sekilas motor yang dibawa Ali itu terlihat normat, tidak ada yang mencurigakan. Namun polisi jelas lebih detail memeriksa kendaraan yang melintas di Suramadu. "Saat diminta STNKnya dia (Ali) tidak bisa menunjukkannya. Setelah kunci dicopot, baru ketahuan kalau itu modus pakai kunci duplikat," jelas Kassubaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar.

Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya langsung menggelandangnya ke kantor. Di sana Ali diinterogasi. "Dari catatan kami, pelaku ini pernah masuk penjara tahun 2012 karena kasus curanmor juga," imbuh Lily.

(did/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP