Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bulutangkis

Korea Terbuka Superseries 2017

Beda Nasib Greysia/Apriani dan Berry/Hardianto

| editor : 

Greysia/Apriani menumbangkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-15, 24-22.

Greysia/Apriani menumbangkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-15, 24-22. (PBSI)

JawaPos.com - Dua wakil Indonesia mengalami nasib berbeda pada babak pertama Korea Terbuka Superseries 2017. Jika pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu berhasil melaju ke babak berikutnya, tidak dengan ganda putra Berry Angriawan/Hardianto.

Greysia/Apriani menumbangkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-15, 24-22. Sementara, Berry/Hardianto dihentikan unggulan satu asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dua set langsung 17-21, 17-21.

Dilangsungkan di SK Handball Stadium di kota Seoul siang tadi (13/9), Greysia/Apriani memulai laga dengan sangat baik. Mereka langsung mengungguli lawannya di interval 11-5 sebelum menutup set pertama dengan 21-15.

Di set kedua, giliran Greysia/Apriani yang berada di dalam tekanan. Terus tertinggal hingga posisi 17-20, akhirnya pasangan senior-junior ini berhasil mengejar angka menjadi 20-20 lalu membalikkan keadaan dan menang 24-22.

Bagi Greysia/Apriani, kemenangan ini sekaligus membalaskan dendam saat kalah di perempat final SEA Games beberapa minggu lalu. "Setelah kalah di SEA Games kemarin, kami memang pelajari permainan mereka lagi dan hari ini lebih siap untuk lawan mereka," kata Greysia dalam surat elektronik PBSI.

"Kuncinya kami hari ini main tenang dan engga buru-buru karena saat di SEA Games itu kami main buru-buru dan terlalu nafsu jadi akhirnya bumerang buat kami sendiri. Sekarang main tenang sehingga strateginya bisa lebih berjalan," lanjut Greysia lagi.

Di babak kedua, Kamis (14/9), Greysia/Apriani ditantang runner-up Kejuaraan Dunia 2017 Yuki Fukushima/Sayaka Hirota asal Jepang. Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan.

"Untuk besok, saya lebih fokus ke mental dan konsentrasi. Jangan sampai kalah mental duluan. Selain itu, fisik dan kondisi juga dijaga karena besok harus siap capek. Antisipasi bola juga yang kadang kenceng kadang lambat jadi perhatian kami. Intinya semua disiapin," ungkap Apriani.

Misi balas dendam Greysia/Apriani ternyata tidak diikuti oleh Berry Angriawan/Hardianto. Kalah di pertemuan terakhir di Indonesia Terbuka Super series Premier 2017, Berry/Hardi lagi-lagi harus mengakui keunggulan Mathias Boe/Carsten Mogensen.

"Tadi sebenarnya set pertama itu bisa mengimbangi permainan dan sempat unggul 16-14, tapi mereka pintar langsung minta break. Setelah break mereka mengubah permainan dan kami kaget dan kurang cermat," ucap Berry usai laga.

"Mereka suka mengubah tempo dan suka banget ngebreak, itu yg bikin kami kagok dan kesulitan. Dan bola sambungannya juga bagus," papar atlet asal Sukabumi tersebut.

Berry/Hardi mengakui saat kalah di Indonesia Terbuka dengan skor 18-21, 23-21 dan 15-21, Boe/Mogensen sempat lengah di set kedua dan akhirnya mereka bisa mencuri set. Tapi di pertandingan tadi, pasangan Denmark unggulan satu tersebut tidak memberikan kesempatan dan terus menekan.

Selain Greysia/Apriani, Indonesia juga meloloskan Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Sinisuka Ginting ke babak kedua. Selain itu, dua pasangan gado-gado, Muhammad Arif Abdul Latif/Rusyidina Antardayu Riodingin (MAS/INA) dan Hendra Setiawan/Tan Boon Heong juga mampu melaju ke babak berikutnya.

(ira/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP