Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Giliran Barisan Mobil Mewah yang Diderek Tim Gabungan Dishub

| editor : 

Mobil mewah Velfire diderek Dishub

Mobil mewah Velfire diderek Dishub (elfany Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penertiban bangunan serta parkir liar terus dilakukan tim gabungan Satpol PP dan Sudin Perhubungan Kota Jakarta Selatan. Sejumlah kendaraan yang parkir liar banyak yang diderek petugas.

Kali ini kawasan yang disasar adalah Kebayoran Lama. Selain melibatkan Satpol PP dan Sudin Perhubungan, anggota Polri dan TNI juga ikut mengamankan kegiatan itu.

Camat Kebayoran Lama Syaid Ali mengatakan, mereka menyisir di kawasan Jalan Tentara Pelajar dan Patal Senayan yang ada di Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/9).

BMW juga tidak ketinggal ikut diderek oleh Tim Gabungan Dishub.

BMW juga tidak ketinggal ikut diderek oleh Tim Gabungan Dishub. (elfany Kurniawan/JawaPos.com)

"Ada puluhan kendaraan yang kami gembosin dan terpaksa diderek petugas Sudin Perhubungan Jakarta Selatan," kata dia, Rabu (13/9). 

Menurut dia, di dalam operasi itu Satpol PP juga membongkar tempat usaha yang berdiri menyerobot trotoar dan saluran air.

"Tentunya kami lakukan penindakan tegas bagi para pelanggar parkir liar dengan melakukan penderekan serta pengembosan, bangunan liar kami bongkar karena menyalahi aturan untuk menimbulkan efek jera," tegas dia.

Dia berharap, ke depanya dengan melakukan kegiatan ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat untuk tertib. "Agar sadar menjaga lingkungannya, dengan begitu kenyamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat dapat tercipta dengan sendirinya," kata dia.

Sementara dari pantauan JawaPos.com, kebanyakan mobil yang disasar petugas adalah mobil mewah. Mulai dari Alphard, Mercy, hingga BMW.

Para pemilik pun hanya pasrah melihat mobilnya diderek. Tak ada perlawanan dari para pemilik mobil itu. Salah satunya adalah Sultan, dia menerima saja. "Enggak apa-apa diderek, cuma bayar Rp 500 ribu," kata dia seraya menaiki taksi.

Pasalnya kendaraan itu dibawa ke kantor Sudin dan para pemilik harus membayar Rp 500 sebagai biaya derek.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP