Minggu, 24 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Tanpa Saksi Pembuat Meme, Politikus Penghina Tetap Divonis Salah

| editor : 

BIASA SAJA: Terdakwa Andhy Mardi Utama menunggu sidang pembacaan putusan Selasa (12/9) di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

BIASA SAJA: Terdakwa Andhy Mardi Utama menunggu sidang pembacaan putusan Selasa (12/9) di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ini pelajaran bagi pemilik ”jari liar”. Terdakwa kasus meme pelecehan terhadap pengusaha Haji Ipung divonis bersalah di Pengadilan Negeri Gresik Selasa (12/9). Dia adalah Andhy Mardi Utama, 41. Terdakwa dihukum kurungan 1 bulan dan denda Rp 5 juta. Jaksa dan terdakwa pikir-pikir.

Putusan untuk terdakwa politikus Partai Golkar tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin I Ketut Tirta. Sidang dengan terdakwa Andhi digelar pada pukul 11.00. Sebelum sidang, dia sempat berswafoto (ber-selfie) sambil menunggu majelis hakim. Lelaki 41 tahun itu tidak tampak terlalu sedih.

Begitu pula setelah majelis hakim membacakan putusan. ”Menghukum terdakwa selama satu bulan dan denda Rp 5 juta serta biaya perkara Rp 2 ribu,” ujar hakim I Ketut Tirta. Meski demikian, majelis tidak memerintahkan agar Andhi dieksekusi dan harus menjalani hukuman setelah vonis.

Jaksa penuntut Pompy Polansky dan kuasa hukum Andhi, Fatkul Arif dan Nashihan, kompak menyatakan pikir-pikir. Sebenarnya, vonis hakim tersebut lebih rendah daripada tuntutan jaksa.

Yakni, 3 bulan kurungan dan denda Rp 10 juta. ”Kami beri waktu seminggu untuk menyatakan menerima atau banding,” tegas hakim I Ketut Tirta sambil mengetuk palu untuk mengakhiri sidang.
Nashihan mengatakan menghormati putusan majelis hakim meski ada kejanggalan dalam putusan.

Sebab, lanjut dia, fakta persidangan membuktikan bahwa jaksa penuntut umum tidak mampu menghadirkan saksi pidana. Yakni, pemilik akun Facebook Tribuana Pramudya Tungga Devi atau Deviana Pramudya dalam sidang.

”Jaksa hanya menghadirkan saksi gambar. Ini sangat janggal,” tandasnya dengan nada tinggi. Nasihan menegaskan, pemilik akun Deviana Pramudya seharusnya dikejar. Dia perlu dihadirkan. ”Sebab, klien tidak membuat (meme bernuansa penghinaan, Red) hal itu,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Andhi dilaporkan kepada polisi karena menyebarkan meme bernuansa pelecehan terhadap Bupati Sambari Halim dan pengusaha kondang, Haji Saiful Arif (Haji Ipung). Dua tokoh Kota Santri itu digambarkan dengan diberi tanduk di bagian kepala.

Namun, Andhi bukanlah pembuat meme tersebut. Dia hanya menyebarkan meme lewat grup WhatsApp Partai Golkar. Foto tersebut dimunculkan akun Facebook Deviana Pramudya. Setelah kasus itu, akun Deviana tidak aktif. Lalu, muncul akun yang mirip dengan tulisan Deviana Pengecut.

(yad/c16/roz)

Sponsored Content

loading...
 TOP