Sabtu, 25 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Debora Sempat Ditangani RS Mitra, Pengamat: BPJS Harus Berbenah

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.Jawapos)

JawaPos.com - Kasus kematian bayi Debora harus disikapi secara komprehensif. Pemerintah perlu mendudukan persoalan ini dengan semua pihak. Mulai dari orang tua Debora, pihak rumah sakit, dan BPJS.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Marius Widjajarta, BPJS dalam kasus ini perlu juga ditelaah. Sebab, kasusnya meninggalnya Debora menunjukkkan bahwa ada permasalahan dalam pelayanan BPJS.

"Menurut saya, BPJS kacau balau. Perbandingan dengan askes, di mana saat ada yang emergency, boleh memilih RS mana aja meski tidak masuk dalam askes, setelah stabil rujukannya ke RS yang masuk askes," ujar Marius.

Tidak hanya itu, di masa askes terdahulu, penanganan emergency sudah dijamin sejak awal, dengan kerjasama bersama pihak Dinkes.

"Bayi Debora sebenarnya bisa ditangani. Harusnya, kasus emergency sudah ditanggung oleh dinkes sejak awal," paparnya.

Sayangnya pihak BPJS, lanjut dia, tidak segan menyalahkan pihak provider kesehatan yang memberi pelayanan terhadap pasien.

"BPJS malah menyalahkan providernya, dokternya atau RS nya yang dianggap salah dan dianggap ada gratifikasi dari pihak provider itu. Padahal seharusnya standarnya BPJS yang sudah memberi jaminan pelayanan emergency sejak awal," pungkas dia.

Sebelumnya, Henny Silalahi yang notabene orang tua Debora mengatakan jika RS Mitra Keluarga sempat memberikan pertolongan terhadap buah hatinya.

Ketika itu, Debora dibawa ke Instalasi Gawat Darurat. Dokter jaga RS Mitra, kata dia, langsung memeriksa Debora tak lama setelah sampai.

"Dokternya kasih obat pengencer dahak," jelas dia dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

Selepas itu, Henny mengaku dirinya disarankan agar Debora dirawat lanjutan ke ruang PICU. Di sinilah kemudian persoalan terjadi. Ketika berniat memasukan anaknya ke PICU, Henny terkendala biaya.

RS Mitra diketahui belum menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

(mam/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP