Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Masih Remehkan Pendidikan Informal? Simak Apa Kata Mendikbud

| editor : 

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Mendikbud, Muhadjir Effendy (Raka Deny/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan pentingnya peranan pendidikan informal. Hal itu ditunjukkan dengan penyelenggaraan Gelar Karya Kursus Pelatihan dan Bursa Tenaga Kerja yang rutin digelar sejak 2006.

Gelar Karya Kursus Pelatihan dan Bursa Tenaga Kerja 2017 ini diselenggarakan di Grand Metropolitan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/9).

Muhadjir mengatakan, selain memberikan ruang bagi peserta kursus dan pelatihan untuk unjuk kebolehan, kegiatan itu juga untuk mempertemukan mereka dengan pelaku dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Dengan meningkatnya kebutuhan SDM, maka pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan mempunyai peranan yang sangat kuat," kata Muhadjir dalam pembukaan acara siang tadi.

Menurut Muhadjir, terdapat tiga peranan pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan. Yakni, mengejar, seiring dan mendahului. Mengejar dimaksudkan bahwa pendidikan nonformal berperan dalam mengejar ketertinggalan yang ada di masyarakat.

Kemudian peran seiring adalah dengan mengimbangi apa yg terjadi di masyarakat, sedangkan peran mendahului dilakukan dengan mengantisipasi apa yang akanterjadi.

Muhadjir menambahkan, saat ini program prioritas pemerintah adalah pembangunan sarana dan prasarana baik darat, laut maupun udara.

Dengan demikian, peran pendidikan non formal adalah mendahului, yaitu mengantisipasi dengan menyiapkan SDM yang kompeten melalui kursus atau pelatihan.

"Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap dapat menjadi sarana kerjasama yang semakin erat antara kursus dan pelatihan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam penyiapan SDM yang berkualitas dan berdaya saing," kata dia.

Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas), Harris Iskandar menjelaskan, kegiatan tersebut dapat memberikan sarana publikasi, promosi, dan kerjasama antara Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan DUDI.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari sejak 13 September hingga 14 September 2017. "Dan diikuti 27 lembaga yang terdiri dari 12 perusahaan pencari tenaga kerja dan 15 lembaga kursus dan pelatihan," ujar Harris.

Sejumlah bidang pun dipamerkan dalam Gelar Karya Kursus Pelatihan 2017. Antara lain, otomotif, perhotelan, elektronik, robotik, bahasa, akuntansi, komputer, tata boga, kecantikan, dan perbankan.

(put/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP