Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Luhut Pastikan Divestasi Saham Freeport Tuntas Pada 2019

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat melakukan divestasi saham sebesar 51 persen kepada pemerintah Indonesia. Dengan kesepakatan itu, Indonesia akan menjadi pemilik mayoritas tambang di Papua tersebut.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memastikan proses divestasi saham freeport tuntas  2019. Sementara untuk smelter, pemerintah tetap menjalankan komitmennya untuk memberi batas waktu pembangunan hingga Oktober 2022.

"Freeport akan lepas 51 persen saham, jangka penyelesaian kita harap paling lambat Oktober 2022. Setelah expired 2021. Dalam jangka waktu tersebut, maka Freeport harus sudah selesai membangun smelternya. Soal saham, saya koreksi bahwa kita harus selesaikan sampai 2019," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (13/9).

Perihal akuisisi, Luhut juga memastikan jika akan tetap menjalankan aturan yang berlaku dimana pemerintah pusat yang akan terlebih dahulu mendapat kesempatan melakukan divestasi. Sebelum akhirnya ditawarkan kepada pemerintah daerah, BUMN dan swasta.

"Pertama, pemerintah pusat kemudian baru ditawarin ke pemda, dan akhirnya ditawarkan ke swasta," kata dia.

Selain itu, kata Luhut, pemerintah juga tengah melakukan penghitungan porsi jatah dari pemerintah daerah. Pemerintah telah menunjuk penilai independen berapa saham yang layak diberikan.

"Sekarang lagi dibicarakan antara pemerintah pusat dan pemda, berapa persen pemda mungkin 5 persen - 10 persen. Valuation kita serahkan ke market, independen yang menilai kedua belah pihak. Jadi ada kajian dan formulanya, tapi tidak ikut dengan cadanganannya," tutupnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP