Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Otomotif

Otomotif Positif Sampai Akhir Tahun

| editor : 

MULAI PULIH: Konsumen mengamati Toyota Calya di Auto2000 Basuki Rahmat, Surabaya, kemarin.

MULAI PULIH: Konsumen mengamati Toyota Calya di Auto2000 Basuki Rahmat, Surabaya, kemarin. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com – Pasar otomotif di Jawa Timur pada periode Januari hingga Agustus mengalami kenaikan 4 persen. Di antara lima APM (agen pemegang merek) terbesar di Jatim, terdapat empat APM yang mampu menikmati kenaikan penjualan.

Meski demikian, Koordinator Wilayah Kepala Cabang Auto2000 Jawa Timur Hasan menyatakan, kenaikan pasar otomotif di Jatim belum sesuai dengan yang diharapkan. ”Ekspetasi kami, pasar otomotif bisa tumbuh di angka 6–8 persen. Tetapi, pergerakannya masih lambat dan sampai akhir tahun pun mungkin kondisi pasar masih sama seperti pada Januari hingga Agustus ini,” paparnya kemarin (12/9).

Total pasar otomotif di Jatim pada periode tersebut 88 ribu–90 ribu unit kendaraan. ”Seharusnya pada kuartal keempat bisa tumbuh lebih baik karena penyerapan anggaran yang dialokasikan ke proyek-proyek sudah harus jalan sehingga berdampak terhadap industri lain,” urainya.

Penjualan Toyota masih tumbuh sekitar 2,7 persen. Pertumbuhan Toyota yang berada di bawah pertumbuhan pasar pun membuat pangsa pasarnya harus menurun dari 32,4 persen menjadi 32 persen. ”Harus diakui, banyaknya pemain membuat persaingan semakin berat,” terang Hasan.

Sampai akhir tahun ini, Toyota berambisi untuk menaikkan pangsa pasar mereka 34 persen. Di posisi kedua, Honda berhasil menaikkan penjualan pada Agustus dengan capaian pangsa pasar 20,8 persen.

Sedangkan Daihatsu harus puas di posisi ketiga dengan pangsa pasar 18,4 persen setelah penjualannya menurun dari 2.361 unit (Juli) menjadi 2.128 unit (Agustus).

Posisi keempat diisi Suzuki dengan pangsa pasar 10,8 persen dan Mitsubishi di posisi kelima dengan raihan pangsa pasar 10,5 persen. Sales & Marketing Director PT United Motors Center Fredy Teguh Prasetyo menuturkan, pasar kendaraan roda empat di Jatim mulai pulih pada Juli dan Agustus.

”Pada semester pertama penjualan kendaraan roda empat hanya sekitar 10 ribu unit per bulan. Tetapi, pada Juli dan Agustus mulai naik ke angka 11 ribu unit per bulan,” tuturnya.

Kenaikan permintaan didorong perbaikan daya beli masyarakat pada semester kedua. ”Proyek infrastruktur juga mulai bergairah dan perekonomian Jatim pun lebih tahan banting dibanding daerah lain,” ujarnya. Sementara itu, Suzuki tetap optimistis akan ada kenaikan pangsa pasar hingga akhir tahun menjadi 11,5 persen.

Section Head East Java, Bali, NTB Section Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Heru Siswantoro memprediksi, penjualan kendaraan penumpang di Jatim hingga akhir tahun tetap tumbuh positif.

Alasannya, banyak proyek jalan tol yang sedang berjalan dan masyarakat mendapatkan kompensasi dana dari pembebasan lahan.

”Dana itulah yang akan digunakan sebagai konsumsi salah satunya membeli kendaraan penumpang,” paparnya. Mitsubishi sudah mulai menikmati kenaikan penjualan di Jatim dari Juli 1.107 unit menjadi 1.248 unit. (*)

(vir/c21/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP