Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
Sepakbola Indonesia

Piala AFF U-18

Ayo Indonesia Kejar Delapan Gol!

Laporan Aditya Prahara dan Dika dari Myanmar

| editor : 

WAJIB MENANG BESAR: Egy Maulana Vikry (kiri) dan Saddil Ramdani (kanan) diharapkan bisa menjadi motor kemenangan Indonesia atas Brunei.

WAJIB MENANG BESAR: Egy Maulana Vikry (kiri) dan Saddil Ramdani (kanan) diharapkan bisa menjadi motor kemenangan Indonesia atas Brunei. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

JawaPos.com- Kekalahan dari Vietnam membuat timnas U-19 Indonesia harus berjuang ekstra keras saat bersua Brunei Darussalam, Rabu sore (13/9). Dan Brunei memang bukan lawan yang sulit dikalahkan. Hanya, Indonesia butuh kemenangan besar dalam laga di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar itu jika ingin lolos ke semifinal.

Kini Garuda Nusantara berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup B dengan enam poin. Di atasnya, terdapat Vietnam dengan 9 poin dan Myanmar dengan 6 poin. Dua tim teratas itu bakal bentrok pada malam harinya.

Dengan laga tidak dimainkan secara bersamaan, ada potensi Vietnam dan Myanmar main mata untuk membuat Indonesia tersingkir. Peraturan di turnamen tersebut, jika poin sama, juara grup ditentukan dengan selisih gol. Vietnam saat ini berada di atas angin dengan selisih gol yang fantastis, yakni 15 (16-1).

Myanmar berada di bawahnya dengan selisih gol 13 (15-2). Nah, selisih gol Indonesia malah lebih sedikit, yakni 7 (11-4). ”Tidak ada masalah meski jadwal kickoff berbeda. Makanya, kami utamakan untuk memikirkan kondisi yang ada di tim ini. Tidak perlu banyak pikirkan hal-hal lain,” kata pelatih Indra Sjafri.

Untuk aman, setidaknya Rachmat Irianto dkk harus menang atas Brunei dengan selisih minimal delapan gol. Dengan begitu, Indonesia akan memiliki 9 poin dengan selisih gol minimal 15. Dengan posisi seperti itu, Vietnam tidak akan mau mengalah kepada Myanmar.

Pelatih Indra Sjafri sudah melakukan berbagai persiapan agar bisa menang besar sore nanti. ”Cara paling aman, kami harus mencetak gol sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, persiapan yang paling penting, bagaimana supaya kebugaran kembali lagi dan pemain melupakan kekalahan sebelumnya,” imbuh pelatih asal Sumatera Barat tersebut.

Namun, Indra tidak ingin terlalu membebani anak asuhnya. Dia ingin penggawa timnas bisa bermain dengan nyaman. Target utama adalah meraih tiga poin dan membuka kans lolos ke semifinal. Pelatih 54 tahun itu optimistis timnya bisa lolos dari penyisihan grup. ”Tidak ada target untuk kejar gol banyak. Tapi, main harus fokus dan tidak membuat kesalahan,” ujarnya.

Mengatasi Brunei memang bukanlah hal yang sulit. Di atas kertas, level Brunei berada di bawah Indonesia. Tim asuhan Fujiwara Takao itu selama ini menjadi lumbung gol bersama Filipina di grup B.

Brunei pernah kalah 1-8 oleh Vietnam dan 0-7 oleh Myanmar. Terlebih, Brunei sudah tidak punya target apa-apa di laga tersebut. Tim itu sudah dipastikan tersingkir karena hanya menang sekali dalam tiga laga grup B dengan koleksi 3 poin. Takao pun sadar bahwa kualitas anak asuhnya tidak sebanding dengan Indonesia.

”Saya akui, Indonesia adalah salah satu tim kuat di turnamen ini. Pemain kami sangat minim pengalaman. Itu berbeda dengan Indonesia yang bahkan sudah pernah menjajal turnamen di Eropa (Toulon Tournament). Tetapi, kami tidak ingin menjadi lumbung gol lagi,” ucap pelatih asal Jepang itu.

(*/c11/tom)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP