Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Children's

Jangan Lewatkan Tumbuh Kembang Anak pada Dua Tahun Pertama

| editor : 

BERBAGI ILMU: Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) (kanan) dan Teuku Zacky (10/9) di Grand City Mall & Convex.

BERBAGI ILMU: Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) (kanan) dan Teuku Zacky (10/9) di Grand City Mall & Convex. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setiap orang tua mendambakan memiliki anak yang cerdas. Menurut tokoh pendidikan dan psikologi Amerika Serikat Howard Gardner, anak cerdas bisa memecahkan masalah serta punya kemampuan berkarya.

”Untuk bisa membentuk anak menjadi cerdas, nutrisi dan stimulasi harus diberikan sejak mereka masih dini,” ujar Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) dalam acara Konferensi Ayah Bunda Platinum yang diadakan Morinaga di Grand City Mall & Convex pada akhir pekan (10/9). Sebab, otak tumbuh begitu pesat hingga usia 2 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, 80 persen otak sudah berkembang.

Pemberian nutrisi yang baik akan membuat sel-sel otak itu berkembang optimal. Sementara itu, stimulasi yang diberikan akan memperkaya koneksi jaringan pada otak yang akhirnya menjadikan anak lebih cerdas. ”Nutrisi ini akan digunakan untuk mematangkan sel otak sehingga sangat penting pada masa seribu hari pertama,” jelas dokter yang akrab disapa Wawan tersebut.

BERBAGI ILMU: Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) (kiri) dan Teuku Zacky (10/9) di Grand City Mall & Convex.

BERBAGI ILMU: Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) (kiri) dan Teuku Zacky (10/9) di Grand City Mall & Convex. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Dia menekankan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tetap menjadi kunci utama. Lalu, diteruskan hingga anak usia 2 tahun dengan makanan pendamping. Karena itu, ibu harus menyiapkan diri sejak dalam masa kehamilan.

Stimulasi kepada anak harus diberikan dengan baik dan benar. Interaksi antara orang tua dan anak menjadi hal sederhana yang bisa dilakukan. Lakukan dalam suasana yang menyenangkan dan secara rutin. ”Dua tahun pertama itu masa terpenting. Banyak hal yang ditentukan di sini. Termasuk perilaku,” imbuhnya.

Pada masa tersebut, dibutuhkan pengalaman sensoris untuk bisa membentuk sirkuit baru di otak. Sirkuit tersebut bisa didapatkan dengan memberikan stimulasi. Jika stimulasi yang diberikan baik, perilaku yang terbentuk juga baik. Stimulasi negatif bakal membuat struktur otak melakukan hal yang sama.

Tumbuh kembang harus dipantau secara objektif tanpa ada campur tangan keinginan. Waspadai ketika anak belum dapat melakukan sesuatu yang sudah bisa dilakukan anak-anak lain.

”Dengan deteksi dini, keterlambatan tumbuh kembang anak akan lebih mudah untuk diperbaiki. Terutama jika hanya karena kurang stimulasi,” imbuh dokter yang berpraktik di RSUD dr Soetomo tersebut. Dalam acara itu, hadir pula pesinetron Teuku Zacky yang menjadi moderator.

(dwi/c16/jan)

Sponsored Content

loading...
 TOP