Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Otomotif

Kendaraan Niaga Masih Lesu

| editor : 

MULAI BANGKIT: Fredy Teguh (kiri) bersama SRO UMC Ahmad Yani Erna Terusia di Surabaya kemarin.

MULAI BANGKIT: Fredy Teguh (kiri) bersama SRO UMC Ahmad Yani Erna Terusia di Surabaya kemarin. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com – Geliat pembangunan infrastruktur ternyata berdampak minimal pada penjualan kendaraan niaga. Buktinya, sales kendaraan niaga di Jatim pada periode Januari–Agustus terkoreksi 11 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada Januari–Agustus 2016, penjualan kendaraan niaga di Jatim mencapai 8.100 unit. Pada periode yang sama tahun ini, total penjualan hanya 7.100 unit.

Sales & Marketing Director PT United Motors Center Fredy Teguh Prasetyo menuturkan, kondisi pasar pada semester pertama memang lesu. Meski demikian, pada semester kedua ini, kondisinya mulai membaik.
Pada Juni lalu, penjualan kendaraan niaga di Jatim hanya berkisar 600 unit per bulan. Lantas, naik menjadi 800 unit pada Juli dan melesat menjadi 900 unit sepanjang Agustus.

Pada segmen niaga, Suzuki memiliki dua jagoan. Yakni, Suzuki Futura dan Suzuki Mega Carry APV Pickup. Penjualan Suzuki Futura mencapai 150–200 unit per bulan, sedangkan sales Suzuki Mega Carry APV Pickup sebanyak 80–100 unit per bulan.

Section Head East Java, Bali, NTB Section Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Heru Siswantoro menambahkan, proyek infrastruktur pemerintah belum berdampak terhadap penjualan kendaraan niaga kecil (light commercial vehicle).

Alasannya, proyek-proyek infrastruktur pemerintah baru dinikmati BUMN dan swasta raksasa. ”Belum sampai ke segmen ritel sehingga kendaraan niaga untuk perdagangan ritel belum membaik,” terangnya.

Penurunan pasar terbesar pada segmen niaga dialami mini-pickup sebesar 20 persen. Sementara itu, segmen small pickup hanya mengalami penurunan 1 persen. ’’Pengguna mini-pickup adalah pedagang ritel maupun petani. Dua sektor itu belum terlalu membaik. Beda dengan small pickup yang penggunanya adalah pedagang besar, agen, atau distributor,” urai Heru.

Hingga akhir tahun, Heru menilai pasar kendaraan niaga diprediksi tidak berubah. Alasannya, pertumbuhan ekonomi belum berdampak signifikan ke daya beli masyarakat. Mitsubishi menargetkan, penjualan kendaraan niaga pada tahun ini sebanyak 475 unit per bulan, tapi baru terealisasi 450 unit per bulan. (*)

(vir/c7/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP