Sabtu, 25 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Halimah Jacob Bikin Singaporean Kecewa, #notmypresident pun Viral

| editor : 

JawaPos.com – Halimah Jacob dipastikan akan menjadi presiden terbaru Singapura. Perempuan yang lahir dari ayah Muslim India dan ibu Melayu, itu rencananya akan dilantik pekan depan.

Sejatinya, terdapat lima orang yang mencalonkan diri. Namun, hanya ada tiga orang yang mengantongi sertifikat dari komunitas Melayu. Dua orang lagi tidak memiliki sertifikat tersebut.

Setelah sisa tiga nama, hanya ada satu yang dinyatakan lolos kualifikasi oleh Departemen Pemilu (ELD) Singapura. ELD tak menyebut siapa yang mendapatkan sertifikat kelayakan. Meski begitu, publik sudah tahu bahwa yang disetujui adalah Halimah.

Sebab, pekan lalu perempuan 63 tahun itu menyatakan kepada publik bahwa dirinya maju sebagai kandidat presiden. Pengalamannya sebagai ketua parlemen sejak Januari 2013 membuatnya secara otomatis lolos.

Pilpres kali ini memang khusus untuk etnis Melayu. Berdasar amandemen konstitusi tahun lalu, jika ada salah satu etnis yang tidak kebagian kursi presiden selama lima periode terakhir, etnis tersebut berhak atas pilpres istimewa.

Presiden terakhir dari etnis Melayu adalah Yusof Ishak. Dia adalah presiden pertama Singapura yang menjabat 1965–1970.

Namun, terpilihnya Halimah bukan tanpa masalah. Di media-media sosial, Singaporean (warga Singapura) menunjukkan kekecewaannya. Menggunakan hastag #notmypresident alias bukan presiden saya, mereka mempertanyakan keputusan ELD untuk memilih Halimah.

Hastag itu adalah hastag yang sama digunakan masyarakat Amerika Serikat ketika Donald Trump dinyatakan sebagai presiden terpilih AS. Dalam curhatannya, masyarakat Singapura merasa kecewa dan menganggap kalau Halima adalah produk non-demokratis di negara yang disebut negara demokrasi.

”Presiden terpilih? Siapa yang memilih?” tutur seorang warganet dalam akun Twitternya. Pun ada yang mengkritik pemerintah dengan mengatakan kalau Singapura hanya ingin menghalau teroris masuk negara dengan memilih presiden perempuan berkerudung.

Halimah sendiri belum memberikan pernyataan resminya. Tetapi, sejarah membuktikan kalau dia adalah perempuan dengan keinginan kuat.

Saat SMP, dia dijuluki ratu bolos. Julukan itu tidak lepas dari kenyataan kalau dia memang jarang masuk sekolah. Bahkan, dia hampir ditendang keluar dari Singapore Chinese Girls School karena keseringan absen.

Tetapi, bukan tanpa alasan dia membolos. Dia membantu ibunya menjaga warung nasi Padang milik mereka demi menghidupi keluarga. Ayah Halimah meninggal saat dia berusia delapan tahun. ”Saya pernah absen lama dan kepala sekolah memanggil saya. Dia bilang, ”Jika Anda terus tidak datang ke sekolah, saya harus menendang Anda keluar dari sekolah.” Itulah ultimatum terakhir,” kata Halimah seperti dilansir Channel NewsAsia.

Kejadian itu dianggap Halimah sebagai salah satu momen terburuk dalam hidupnya. ”Namun, saya berkata pada diri sendiri, berhentilah berkubang dalam mengasihani diri sendiri, angkat dirimu dan terus maju.”

Pemikiran itu pula menjadi moto hidup Halimah. Sepanjang hidup dia mengaku telah mengalami banyak gundukan dan kegagalan lain. Tetapi, semua rintangan itu membuatnya terus kuat sampai Halimah berada di posisi saat ini(*)

(tia/Reuters/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP