Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Layanan ATM Kembali Normal

Satelit Telkom-1 Pulih, Sebagian Layanan Masih Gunakan Solusi Temporer

| editor : 

Direktur Utama PT Telkom Alex J. Sinaga (tengah)  dan Menteri Kominfo Rudiantara (kiri) saat menggelar jumpa pers terkait perbaikan jaringan PT Telkom Tbk

Direktur Utama PT Telkom Alex J. Sinaga (tengah) dan Menteri Kominfo Rudiantara (kiri) saat menggelar jumpa pers terkait perbaikan jaringan PT Telkom Tbk (Yesika Dinta/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Telkom Tbk berhasil menyelesaikan permasalahan gangguan konektivitas sejumlah pelanggannya, termasuk gangguan jaringan pada sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) akibat persoalan tehnis pada satelit Telkom-1.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga menyampaikan, dalam menyelesaikan masalah tersebut digunakan tiga solusi penting, yakni repointing antenna ground segment, sistem Machine to Machine (M2M) dan teknologi fiber optik.

"Sejak 10 September kemarin, 100 persen permasalahan sudah terselesaikan. Sebanyak 81 persen repointing antenna parabola ground segment, 14 persen menggunakan sistem M2M, dan 5 persen sisanya menggunakan teknologi fiber optik," ujar Alex saat konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (12/9).

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Selama lebih dari dua pekan, mesin ATM milik sejumlah bank bermasalah karena persoalan teknis pada satelit Telkom-1. Hal itu membuat beberapa nasabah kesulitan saat membutuhkan uang tunai, karena mendapati mesin ATM yang offline.

Sebanyak 15.019 sites layanan pelanggan yang terdiri dari 11.574 ATM dan 3.445 Non-ATM mengalami gangguan konektivitas sejak Jumat (25/8) lalu. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai penyedia layanan jaringan menjanjikan service recovery satelit selama dua minggu, terhitung hingga Minggu (10/9).

Alex menambahkan bahwa Telkom terus masih melakukan pengawalan ketat terhadap stabilitas jaringan seluruh sites. Perusahaan tersebut masih melakukan koordinasi dengan para pelanggan untuk mengembalikan solusi temporer ke solusi permanen secara bertahap.

"Kami masih melanjutkan fungsi Crisis Center Service Recovery untuk memantau kestabilan kualitas layanan pelanggan pasca pemulihan (konektivitas)," terang Alex.

"Sejak tanggal 11 September kami sudah koordinasi dengan pelanggan yang sisa 19 persen tadi (14 persen M2M ditambah 5 persen fiber optik), kita bicarakan apakah mau tetap seperti itu atau mau menggunakan satelit lagi dengan proses repointing," lanjut dia.

Selain itu, Telkom secara intensif juga akan bekerja sama dengan Kemenkominfo untuk mengamankan slot orbit 108 BT ke International Telecommunication Union (ITU).

Alex mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung upaya penyelesaian service recovery layanan satelot Telkom-1 sehingga dapat diselesaikan dan senantiasa berkomitmen memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan masyarakat Indonesia. (cr3/Yesika)

(cr3/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP