Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Otomotif

Mercy Serius Garap Heavy Duty

| editor : 

TANGGUH: Dari kiri, Presdir PT Kedaung Satrya Motor Tjipto Adi Hidajatno; CEO Daimler Commercial Vehicle Indonesia Markus Villinger; serta Director of Network, Product, & Retail Trucks Indonesia Maximilian Knorr saat meluncurkan Axor 1623 R di Surabaya.

TANGGUH: Dari kiri, Presdir PT Kedaung Satrya Motor Tjipto Adi Hidajatno; CEO Daimler Commercial Vehicle Indonesia Markus Villinger; serta Director of Network, Product, & Retail Trucks Indonesia Maximilian Knorr saat meluncurkan Axor 1623 R di Surabaya. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Puluhan tahun bermain di pasar truk dengan tonase 48 ton, Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDINA) akhirnya meluncurkan truk bertonase 16 ton. Selama ini, pasar truk heavy duty di Indonesia masih dikuasai pabrikan Jepang.

Mercedes-Benz menggelontorkan investasi USD 25 juta untuk membangun fasilitas perakitan truk di Indonesia. Fasilitas perakitan yang mampu menghasilkan 5 ribu unit truk per tahun tersebut dibangun untuk memenuhi persyaratan konten lokal 30 persen.

CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia Markus Villinger menyatakan, prinsip Mercy untuk segmen niaga adalah made in Indonesia for Indonesia market. ”Surabaya memiliki intensitas kebutuhan transportasi logistik yang cukup tinggi. Di segmen itu, kami memiliki jajaran Axor 1623 R,” ujarnya.

Perakitan dan konten lokal yang tinggi membuat harga Mercy Axor bisa bersaing dengan pabrikan Jepang. Meski rakitan lokal, seluruhnya menggunakan standar kualitas Jerman.

New Axor 1623 R didesain untuk melayani transportasi kargo. Sedangkan Axor 1623 C didesain untuk dump truck dan truk mixer. Mercy juga memiliki tiga lini truk bertonase 25 ton. Yakni, Axor 2528 C, 2528 R, dan 2528 RMC. Sedangkan untuk produk tractor trailer, ada dua lini, yakni 4028 T dan 4928 T.

Mercedes-Benz optimistis mampu meningkatkan penetrasi ke pasar kendaraan niaga. Alasannya, kebutuhan domestik cukup tinggi. Setiap tahun rata-rata 65 ribu unit. Saat kondisi ekonomi membaik, permintaan truk diyakini semakin tinggi. Sebab, lebih dari 70 persen kargo di Indonesia diangkut melalui jalur darat.

Mitra kerja sama distribusi Mercedes-Benz Indonesia di Indonesia timur adalah PT Kedaung Satrya Motor. Selama tiga bulan terakhir, Kedaung telah mengantongi inden 200 unit. Tipe yang paling banyak diburu konsumen adalah 2523 R, 2528 R, 4028 T, 4928 T, dan 2528 C.

”Kami menargetkan sampai akhir tahun ini penjualan mencapai 500 unit,” terang Presiden Direktur PT Kedaung Satrya Motor Tjipto Adi Hidajatno.

Peminat paling besar berasal dari sektor perdagangan dan infrastruktur. Tjipto meyakini pasarnya akan semakin bagus karena spesifikasi produk baru Mercy telah disesuaikan kebutuhan sektor infrastruktur dan pola pergerakan industri di Indonesia. (*)

(vir/c21/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP