Minggu, 24 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Ini Alasan PLN Gaet Bank BUMN Untuk Lakukan Hedging

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan hedging atau pengurangan risiko berubahnya nilai tukar rupiah terhadap valuta asing dengan tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Kepala Divisi Treasury PLN, Iskandar mengatakan alasan pihaknya ikut dalam hedging atau asuransi valuta asing agar perseroan tidak merugi saat nilai tukar rupiah membengkak. Sebab jika tidak, maka utang yang ditanggung perusahaan akan membengkak akibat selisih kurs.

Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sangat fluktuatif dan berubah-ubah mengikuti sentimen pasar. Untuk itu perusahaan dinilai harus memiliki persiapan untuk pembayaran terebut dengan melakukan hedging untuk melindungi nilai tukar.

BUMN listrik tersebut melakukan hedging dengan tempo dua bulan. Itu artinya, selama masa dua bulan apabila nilai tukar rupiah bergejolak terhadap dolar, maka uang PLN yang dihedging tidak akan terkena dampak tersebut.

"Jadi kebutuhan valas kita dihedge dengan hedging tadi. Untuk bunga jatuh tempo 2 bulan," ujarnya di komplek BI, Jakarta, Senin (21/8).

Iskandar menjelaskan, kebutuhan PLN akan valuta asing adalah sebesar USD 7,5 miliar. Uang tersebut akan dialokasikan untuk investasi, pembiayaan operasional dan untuk pembiayaan lain.

Kebutuhan yang besar itu, dia melanjutkan, harus diminimalisirkan risiko terhadap gejolak perubahan nilai tukar. Sebab jika tidak, perseroan tidak akan bisa melakukan pembiayaan dalam sektor-sektor yang penting.

"Tapi poinnya adalah, PLN dengan kebutuhan yang besar, yakni hampir USD 7 miliar, harus dilakukan mitigasi risiko. Tadi sudah dijelasin juga dari kemen BUMN, dari BI, bahwa volatilitas kita tahun ini cukup stabil. Tapi tahun depan kan kita belum tahu. Dua atau sebulan mendatang tidak ngerti. Jadi kewajiban kita harus mitigasi risk. Poinnya itu," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP