Minggu, 24 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Seribu Lebih Korban First Travel Melapor ke Posko Crisis Center

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

JawaPos.com - Para korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel terus bertambah. Mereka terus mendatangi Posko Crisis Center yang ada lobi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (21/8)

Terpantau hingga sekarang ada lebih 1.200 jemaah yang mengadu ke crisis center. Sementara crisis center ini telah dibuka sejak tanggal 16 Agustus 2017.

Ipda Herdista selaku petugas menyebutkan bila jumlah korban memang terus mengalami penambahan. "Kemarin itu sempat ada 738 jamaah yang mengadu. Tapi sekarang sudah lebih dari 1200 jamaah yang sudah mendaftar," kata dia di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/8)

Lanjut dia menambahkan, dokumen yang masuk akan dikumpulkan untuk kemudian diteliti. Bila pengadu menginginkan kasus penipuan masuk ranah pidana, maka polisi akan mendalami. "Dokumen ini untuk didata dulu, buat pengembangan penyidikan," tambah dia.

Perwira pertama ini juga menyebut bila crisis center akan terus dibuka selama aduan masyarakat masih banyak yang masuk. "Ini masih dibuka situasional, masih belum ditentukan sampai kapannya," sambungnya.

Posko crisis center ini dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Setiap nasabah yang berencana membuat aduan diwajibkan membawa fotocopy identitas, dan dokumen pendukung terkait pendaftaran First Travel.

Usai membuat aduan, jemaah bisa dikirimi perkembangan penanganan kasus penipuan First Travel. Dengan syarat mengirimi email permintaan informasi ke [email protected] atau menghubungi nomor hotline di 081218150098.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP