Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Diboyong dari Ambon, JP Lantunkan Pancasila dan Bento di Wellington

| editor : 

JP Band, grup muski asal Ambon saat manggun di Bristol Hotel Wellington, Selandia Baru.

JP Band, grup muski asal Ambon saat manggun di Bristol Hotel Wellington, Selandia Baru. (ist for JawaPos.com)

JawaPos.com - Lantunan suara seorang pria Maluku membawakan lagu Pancasila, seketika langsung membuat ratusan orang yang hadir di Hotel Bristol, Wellington Selandia Baru, terkesima. 

Suasana Pub yang terenal di Wellington itu pub Jumat malam (18/8) mendadak berubah menjadi sangat kental dengan aroma Indonesia, terutama Maluku.

Adalah JP Band penampilannya yang memukau di malam itu berhasil membawa atmosfer dan nuansa Melanesia, Pasifik dalam lagu-lagu yang dimainkannya. 

Dubes RI untuk Selandia Baru saat memberikan sambutan di acara yang digagas oleh Kedubes Selandia Baru, Bekraf dan Pemprov Maluku, di Hotel Bristol, Wellington, Selandia Baru.

Dubes RI untuk Selandia Baru saat memberikan sambutan di acara yang digagas oleh Kedubes Selandia Baru, Bekraf dan Pemprov Maluku, di Hotel Bristol, Wellington, Selandia Baru. (ist for JawaPos.com)

Usai membuka dengan lagu bernuansa kebangsaan, JP Band pun tak lupa membawakan lagu-lagu Maluku, dan sejumlah nomer lagu hits Indonesia juga barat.

Lagu Bento milik Swami yang juga dimainkan JP Band juga terbukti berhasil membuat suasan pertunjukan jadi makin bersemangat. Termasuk karya James Brown, berjudul I Feel Good yang sangat rapih dan lagi-lagi berhasil membuat seisi tempat pertunjukan itu ikut bersenandung bersama.  

Suara emas Willy sang vokalis JP Band yang dipadu tiupan saksofon oleh Errol juga terlihat mendayu-dayu saat lagu-lagu Ambon seperti Sio Mama dan Beta So Move On dilantunkan.

Tampil selama 90 menit, JP Band yang bermain secara apik seukses membuat penonton berkali-kali memberikan tepuk tangan meriah.

Menurut Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, sebagaimana dilansir dari keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com mengatakan, pertunjukan malam itu merupakan hasil kerja sama KBRI Wellington dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pemprov Maluku. 

“Kami sengaja mengundang grup dan penyanyi dari Maluku dalam rangka memperkenalkan kesenian Indonesia bagian timur yang kental dengan aroma Pasifik, Melanesia dan Polinesia kepada masyarakat Selandia Baru,” tutur Tantowi.

Menurut Tantowi, Indonesia sejatinya memiliki akar budaya yang kental dengan nuansa Pasifik. Namun, hal itu memang belum begitu dikenal oleh negara lain.

“Indonesia adalah bagian dari Pasifik dan bangsa-bangsa Melanesia dan Polynesia. Lima provinsi di Indonesia secara geografis terletak di Pasifik yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara,” ujar Tantowi di depan para diplomat dari negara-negara kawasan Pasifik yang hadir pada pertunjukan itu.

Dubes RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Tonga itu menambahkan, dari sekitar 13 juta masyarakat Melanesia dan Polynesia di dunia, delapan juta di antaranya di Indonesia. 

"Fakta geografis dan sosial budaya yang kita miliki inilah yang terus kami informasikan ke masyarakat Pasifik dalam berbagai upaya" sambung mantan pimpinan Komisi I DPR yang membidangi persoalan Luar Negeri dan Pertahanan itu.

Lebih lanjut Tantowi mengatakan, Kementerian Luar Negeri RI saar ini sedang menggalakkan keterlibatan Indonesia di Pasifik melalui berbagai program. 

“Karena itu cara yang paling mudah adalah melalui budaya. Diplomasi budaya adalah satu-satunya diplomasi yang sanggup menembus seluruh batasan dan perbedaan,” tegas duta besar yang dikenal sebagai pelantun lagu-lagu country itu.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP