Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Polda Kejar Pelaku Teror Bom Kantor Bupati Sumbawa

| editor : 

Kapolda NTB Brigjen Pol Firly melakukan apil konsolidasi mengantisipasi aksi teror di sejumlah tempat

Kapolda NTB Brigjen Pol Firly melakukan apil konsolidasi mengantisipasi aksi teror di sejumlah tempat (Lombok Post/JPG)

JawaPos.com - Penyelidikan terhadap pelaku teror di Kantor Bupati Sumbawa belum menemukan titik terang. Polisi masih berusaha mengungkap orang tak dikenal yang menaruh bom berupa pipa paralon itu.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, intelijen Reserse Mobil (Resmob) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih mencari petunjuk dalam penyelidikan, terkait asal usul barang.

”Petunjuk pelaku masih dikembangkan lagi,” kata Firli usai apel konsolidasi di Mako Brimob Polda NTB seperti dikutip Lombok Post (Jawa Pos Group), Minggu (20/8).

Meski pipa paralon tidak sampai meledak, tapi Firli menilai peristiwa di Kantor Bupati Sumbawa masuk dalam kriteria teror bom. Apalagi melihat beberapa materiil yang merupakan isi dari pipa paralon tersebut.

”Tujuan teror itu bisa jadi tidak sampai meledakkan. Cukup menebar isu, mengakibatkan orang takut, itu namanya teror,” katanya.

Bagaimana koordinasi dengan Mabes Polri? Sebab sebelumnya mabes mengeluarkan pernyataan yang menjadi bahan utama bom pipa adalah bahan peledak black powder dan ammonium nitrat (anfo).

Menjawab itu, Kapolda mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengatakan secara detail bahan peledak berasal dari material apa. Yang pasti, pelaku berhasil membuat orang takut atas usahanya meletakkan bom pipa di Kantor Bupati Sumbawa. ”Kalau membahayakan, buktinya kita sudah bisa tangani dan urai,” kata dia.

Bagaimana dengan pelakunya, apakah ada target kapan menangkap penyebar teror? Kapolda mengatakan, pengungkapan suatu kasus itu, tidak harus dengan tertangkap pelakunya. Keberhasilan tidak hanya diukur dengan menangkap orang. Tetapi bisa juga karena mereka mampu menggagalkan ancaman teror itu.

”Tidak harus tertangkap pelakunya, tidak. Kita sendiri dengan menggagalkan ancaman teror itu, dengan tidak takut, itu sudah berhasil namanya,” ujarnya.

Kapolda memberi apresiasi kepada Satbrimob yang berhasil melakukan penindakan terhadap sejumlah teror. Menurut Kapolda, Brimob memiliki kemampuan yang mumpuni, baik dalam rangka intelijen maupun resersenya. ”Menyampaikan apresiasi, karena mereka hadir di setiap titik,” ujarnya.

Sebelumnya, bom pipa ditemukan di Kantor Bupati Sumbawa pada Rabu (16/8). Benda tersebut pertama kali ditemukan salah satu anggota Satpol PP Kabupaten Sumbawa Sapriandi, sekitar pukul 03.20 Wita. Ketika pria 30 tahun tersebut melakukan patroli di halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Saat tiba di gerbang timur, Sapriandi melihat orang tak dikenal yang menjulurkan tangannya masuk ke dalam. Hanya sepersekian detik, orang tersebut menaruh pipa paralon berwarna abu.

Melihat itu, Sapriandi segera menginformasikan penemuan itu ke rekannya yang berjaga di gerbang barat. Dari sana, informasi adanya benda mencurigakan diteruskan ke Polres Sumbawa, Subden 2 Den A, dan Subden 3 Gegana Satbrimob Polda NTB.

Pipa paralon yang ditemukan itu memiliki panjang 21 cm dengan diameter 9,5 cm. Setelah dilakukan pembongkaran, isi pipa rupanya tak jauh berbeda dengan teror di Polres Mataram.

Terdapat paku dengan panjang 5 cm sebanyak 202 biji, paku 7 cm sebanyak 83 biji, jam weker, baterai, detonator rakitan, dan kabel tembaga. Ada juga benda yang diduga akan digunakan sebagai bahan peledak, yakni pupuk urea dan minyak tanah, dengan berat 205 gram.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP